Belasan ribu jamaah umrah Indonesia tahun ini mengalami kendala penerbitan visa. Akibatnya, penyelenggara umrah sulit mendapatkan kepastian waktu keberangkatan belasan ribu jamaah umrah tersebut.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Sugeng Wuryanto, menjelaskan, kendala penerbitan visa jamaah umrah terjadi karena Pemerintah Arab Saudi memberlakukan ketentuan baru perihal penerbitan visa. Pada tahun 2009 lalu, kata Sugeng, pengajuan visa cukup dilakukan dengan memperlihatkan bukti tiket pesawat pulang-pergi dan reservasi hotel calon jamaah umrah. Akomodasi tersebut diurus penyelenggara umrah di dalam negeri.<>
Namun pada tahun 2010 ini, pengajuan visa harus melalui agensi haji dan umrah di Arab Saudi yang sekaligus mengurus kontrak/reservasi hotel calon jamaah umrah. “Aturan ini menyebabkan belasan ribu jamaah visanya tertunda, padahal hampir seluruh penyelenggara umrah sudah melakukan kontrak hotel sendiri tanpa agensi di sana,” jelas Sugeng Suryanto, Jum'at (26/2).
Sugeng memaparkan, khusus untuk bulan Maret ini, jumlah calon jamaah umrah yang sudah mengajukan visa mencapai 20 ribu orang. Lantaran adanya aturan baru penerbitan visa, jumlah visa yang bisa dikeluarkan pemerintah Arab Saudi baru sekitar tiga ribu visa.
“Jadi masih kekurangan sekitar 17 ribu visa lagi, padahal jadwal mereka berangkat Maret ini,” imbuh Sugeng seperti dilansir Republika Online.
Kendati pihak penyelenggara mengalami kendala dalam penerbitan visa, namun Amphuri memastikan jika tidak ada satu pun calon jamaah umrah yang dibatalkan pemberangkatannya. Hanya saja, kemungkinan besar calon jamaah umrah tidak bisa berangkat sesuai jadwal yang direncanakan semula. (ful)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Terkini
Lihat Semua