Boleh Beda Pendapat, Lakukan dengan Baik dan Benar
NU Online · Jumat, 2 Juli 2010 | 00:28 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpihak kepada ketenteraman dan perdamaian. MUI tidak mendukung kekerasan, baik yang reaktif maupun provokatif. MUI mengimbau jangan sampai antar komponen bangsa terjadi pergesekan yang ujungnya berupa permusuhan dan pertentangan.
"Kita punya posisi sendiri-sendiri dan ini hendaknya dipegang teguh komitmen untuk hidup rukun sebagai sebuah bangsa di NKRI. Kita boleh berpendapat berbeda, tapi lakukanlah dengan cara-cara baik dan benar," kata Sekretaris Umum MUI Ichwan Syam yang juga salah seorang Katib Syuriayah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Kamis (1/7).<>
Menurut Ichwan, umat Islam hidup dalam kebersamaan. Tidak ada keistimewaan bagi kelompok umat Islam tertentu untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji. Bila ada yang melanggar, sebaiknya diserahkan kepada penegak hukum.
"Jika ada seseorang atau sekelompok orang dianggap bertentangan hukum, perkarakan saja. Tidak ada keistimewaan ormas Islam tertentu untuk melakukan hal tidak terpuji. Betapa kekerasan menimbulkan kerugian, karena yang terjadi adalah kegaduhan sosial," tandas Ichwan. (min)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
3
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
4
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
5
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
6
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Terkini
Lihat Semua