Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpihak kepada ketenteraman dan perdamaian. MUI tidak mendukung kekerasan, baik yang reaktif maupun provokatif. MUI mengimbau jangan sampai antar komponen bangsa terjadi pergesekan yang ujungnya berupa permusuhan dan pertentangan.
"Kita punya posisi sendiri-sendiri dan ini hendaknya dipegang teguh komitmen untuk hidup rukun sebagai sebuah bangsa di NKRI. Kita boleh berpendapat berbeda, tapi lakukanlah dengan cara-cara baik dan benar," kata Sekretaris Umum MUI Ichwan Syam yang juga salah seorang Katib Syuriayah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Kamis (1/7).<>
Menurut Ichwan, umat Islam hidup dalam kebersamaan. Tidak ada keistimewaan bagi kelompok umat Islam tertentu untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji. Bila ada yang melanggar, sebaiknya diserahkan kepada penegak hukum.
"Jika ada seseorang atau sekelompok orang dianggap bertentangan hukum, perkarakan saja. Tidak ada keistimewaan ormas Islam tertentu untuk melakukan hal tidak terpuji. Betapa kekerasan menimbulkan kerugian, karena yang terjadi adalah kegaduhan sosial," tandas Ichwan. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
3
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
4
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
5
Khutbah Jumat: Membantu Korban Bencana, Cara Kita Mengamalkan Perintah Allah
6
Krisis Kemanusiaan di Balik Kekerasan Lembaga Pendidikan Agama
Terkini
Lihat Semua