Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpihak kepada ketenteraman dan perdamaian. MUI tidak mendukung kekerasan, baik yang reaktif maupun provokatif. MUI mengimbau jangan sampai antar komponen bangsa terjadi pergesekan yang ujungnya berupa permusuhan dan pertentangan.
"Kita punya posisi sendiri-sendiri dan ini hendaknya dipegang teguh komitmen untuk hidup rukun sebagai sebuah bangsa di NKRI. Kita boleh berpendapat berbeda, tapi lakukanlah dengan cara-cara baik dan benar," kata Sekretaris Umum MUI Ichwan Syam yang juga salah seorang Katib Syuriayah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Kamis (1/7).<>
Menurut Ichwan, umat Islam hidup dalam kebersamaan. Tidak ada keistimewaan bagi kelompok umat Islam tertentu untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji. Bila ada yang melanggar, sebaiknya diserahkan kepada penegak hukum.
"Jika ada seseorang atau sekelompok orang dianggap bertentangan hukum, perkarakan saja. Tidak ada keistimewaan ormas Islam tertentu untuk melakukan hal tidak terpuji. Betapa kekerasan menimbulkan kerugian, karena yang terjadi adalah kegaduhan sosial," tandas Ichwan. (min)
Terpopuler
1
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
3
Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri Hari Ini
4
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
5
Susunan Pengurus 2026-2031 Terbentuk, Ketua Umum PBNU: Mulai Besok Kita Berkhidmah
6
PBNU 2026-2031 Berjumlah 210 Pengurus, Gus Kikin Jelaskan Alasannya
Terkini
Lihat Semua