Keluhan terhadap tiadanya calon yang mewakili umat Islam oleh salah satu partai Islam tampaknya perlu dipertanyakan motifnya. Ketua PBNU H Ahmad Bagdja berpendapat calon presiden yang memerjuangkan aspirasi umat Islam tak harus datang dari partai Islam.
“Kekuatan umat Islam tak hanya dari partai Islam, ada kekuatan lain dalam masyarakat yang juga merepresentasikan kekuatan umat Islam,” katanya.<>
Jika dilihat dari pendekatan ini, Jusuf Kalla bisa dikatakan cukup mewakili representasi umat Islam karena ia memiliki latar belakang keluarga muslim yang taat dan ia menjalankan ajaran Islam dengan baik.
Namun, jika mengikuti logika partai Islam, bahwa representasi capres dan cawapres dalam pilpres kali ini harus datang dari partai Islam, pertanyaannya mengapa mereka tidak membuat poros sendiri yang menggambarkan kekuatan umat Islam, bukan membuat koalisi dengan partai lain. (mkf)
Terpopuler
1
Cinta kepada NU: Lutut Soekarno dan Lutut Saya di Muktamar
2
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
3
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
4
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
5
Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu
6
Data Antrean Haji Dibersihkan, Masa Tunggu Faktual Diperkirakan 14-15 Tahun
Terkini
Lihat Semua