Daerah Merapi Sudah Teraliri Listrik
NU Online · Ahad, 14 November 2010 | 07:01 WIB
PLN Yogyakarta menegaskan jika kondisi pasokan listrik untuk daerah Boyolali, Klaten dan Yogyakarta yang sebelumnya mengalami gangguan pasokan listrik, akibat aktifitas Gunung Merapi, kini sudah kembali teraliri listrik secara normal.
Demikian seperti terungkap dalam www.esdm.go.id, pada Ahad (14/11). Ini merupakan hasil Rapat Koordinasi di lingkungan sektor ESDM yang berlangsung di Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Sabt<>u (13/11).
Sebelumnya, pada daerah-daerah tersebut terjadi gangguan pasokan listrik karena terputusnya kabel ataupun tiang-tiang listrik yang tertimpa pohon. Tapi,kini secara keseluruan pasokan listrik telah teraliri oleh sistem, namun untuk mengantisipasi gangguan listrik ke depan, PLN menyediakan 101 + 6 genset bantuan.
Genset-genset tersebut telah terpasang di berbagai titik di daerah Boyolali, Klaten, dan Yogyakarta, sehingga sewaktu-waktu listrik dari sistem gagal, genset akan segera beroperasi untuk mem-backup dan menyediakan kebutuhan listrik.
Kebutuhan listrik merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi warga Boyolali, Klaten, dan Yogyakarta. Listrik selain diperlukan untuk penerangan jalan juga diperlukan untuk keamanan dari tindak kriminal pencurian yang akhir-akhir ini menghantui warga.
Khusus untuk daerah Magelang yang sebelumnya mengalami gangguan pasokan listrik, saat ini smuanya telah terkendali. 35 titik telah dialiri sistem dan 6 titik dipasok genset. Total terdapat 32 unit genset yang diperuntukan untuk wilayah Magelang.(amf)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Pesantren Al-Falah Ploso Kediri sebagai Lokasi Pembukaan Munas-Konbes NU 2026
2
TNI-Polri Hadang Massa Aksi BEM UI yang Hendak Menuju Bundaran HI
3
Selain TNI-Polri, Komcad Juga Disiagakan saat Aksi Indonesia Bangkrut
4
Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Pengerahan TNI dan Komcad dalam Aksi Indonesia Bangkrut
5
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Hari Ini, Berikut Tuntutannya
6
Peaceful Muharam 1448 H, Kemenag Gelar Standardisasi Kosakata Isyarat hingga Akurasi Titik Kiblat
Terkini
Lihat Semua