Depag Diminta Selektif Memberangkatkan Jamaah Haji
NU Online · Ahad, 26 April 2009 | 22:17 WIB
Departeman Agama (Depag) diminta selektif dalam memberangkatkan jamaah haji. Jamaah yang haji berulang-ulang perlu dibatasi agar dapat memberikan kesempatan kepada umat Islam lainnya yang ingin ke tanah suci.
Hal tersebut diungkapkan staf pengajar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Alauddin Makassar, Qasim Mathar, seperti dilansir situs informasi haji Depag, Ahad (26/4).<>
“Masalahnya, yang sering berangkat haji malah tokoh-tokoh elit atau ustaz. Seharusnya mereka member contoh, member teladan kepada masyarakat. Boleh saja membimbing jemaah tapi kan tidak perlu berangkat berulang-ulang ke tanah suci,” tandas Qasim.
Harapan Qasim itu tentu untuk memberikan kesempatan kepada ratusan bahkan ribuan calon jemaah haji yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) agar tidak terlalu lama.
Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Sulsel Bahri Mappiasse sebelumnya mengungkapkan, di Sulsel saat ini calon jemaah haji yang masuk dalam daftar tunggu mencapai lebih dari 33 ribu jemaah.
Jika kuota Sulsel setiap tahun hanya berkisar 7000 jemaah, maka kuota ini baru habis lima tahun lagi, sementara pendaftar baru terus berdatangan. (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
4
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
5
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua