Depag:Indonesia Bisa Menjadi Pusat Peradaban Islam
NU Online · Rabu, 14 Oktober 2009 | 12:15 WIB
Dirjen Bimas Islam Depag Prof Dr Nasaruddin Umar mengemukakan, Indonesia bisa menjadi pusat peradaban Islam dunia, karena kerukunan antar umat di negara ini cukup baik.
"Indonesia bisa menjadi pusat peradaban Islam dunia, karena negara-negara di Timur Tengah sekarang ini masih dilanda konflik," katanya saat memberikan ceramah singkat di IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, Rabu (14/10).<>
Dirjen berada di Banda Aceh mendampingi Mufti besar Suriah, Syekh Dr. Ahmad Badrouddin Hassoun, yang juga memberikan ceramah di hadapan mahasiswa pasca sarjana dan civitas akademik di perguruan tinggi Islam negeri itu.
Dirjen Nasaruddin menyatakan, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Harvard University Amerika Serikat mendapat sambutan yang luar biasa oleh mahasiswa dan dosen di perguruan tinggi itu. Penghargaan yang begitu besar diberikan kepada Presiden Yudhoyono, karena mereka mengagumi Indonesia yang penduduknya mayoritas Islam bisa hidup damai dan menghormati agama lain, katanya.
Bahkan, negara barat menginginkan Indonesia suatu saat bisa menjadi pusat Islam dunia, karena negara ini merupakan wilayah yang paling luas di dunia terhadap penyebaran agama Islam, ujarnya. Dengan jumlah penduduk Muslim paling banyak sudah mencukupi menjadi syarat Indonesia memimpin dunia Islam, kata Nasaruddin Umar.(ant/nur)
Terpopuler
1
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
2
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
3
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
6
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
Terkini
Lihat Semua