Pasuruan, NU Online
Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sabtu (2/6) petang kemarin, mengunjungi kelurga korban tembak yang dilakukan Marinir di Desa Alastlogo Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Di depan ribuan warga yang menyambutnya, Gur Dur tampak menangis saat membaca doa tahlil untuk para korban meninggal.
<>Gus Dur kembali lagi mengatakan insiden penembakan yang dilakukan oknum Marinir terhadap warga Desa Alastlogo adalah kasus besar. "Ini kasus besar yang harus kita menangkan,"katanya.
Atas insiden penembakan warga yang dilakukan Marinir, mantan ketua PBNU itu menegaskan akan menuntut PT Radjawali Nusantara Indonesia dan TNI AL lewat pengadilan Negeri Kabupaten Pasuruan.
Menurut Gus Dur tindakan TNI AL menguasai tanah warga tidak sah, karena cara-cara pembelaiannya dilakukan denga cara kolusi. Begitu pula keberadaan PT RNI yang mengolah lahan tersebut sebagai usaha budidaya tanaman tebu.
Tindakan Marinir menmbaki warga. katanya, adalah tindakan yang salah dan melanggar hukum dan HAM. "Peluru yang dibeli dari uang rakyat kok digunakan untuk menemabaki rakyat,"katanya.
Dalam upaya penunutan hukum tersebut, Gur Dur mengaku telah menunjuk Prof Dr Machfudz MD sebagai ketua tim.
Ketua DPW PKB Jawa Timur Imam Nachrowi yang mendampingi Gus Dur menyebut pihaknya telah menyiapkan 23 pengacara yang dalam waktu dekat akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pendampingan terhadap warga.(ant/sam)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua