DPR Minta Depag Turunkan Tim Betulkan Arah Kiblat
NU Online · Jumat, 22 Januari 2010 | 02:22 WIB
Arah kiblat yang menjadi pusat beribadah salat umat Islam diduga sedang mengalami pergeseran. Pergeseran arah kiblat ini terjadi karena ada temuan dengan metode ukur satelit. Departemen Agama diminta menurunkan tim guna mengecek dan membenarkan informasi tersebut.
"Memang sedang terjadi pergeseran arah kiblat beberapa masjid dari 193 ribu masjid di Indonesia. Rata-rata terjadi pergeseran 0,7 sampai dengan 1 drajat," kata Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1).<>
Menurut salah satu ketua DPP PKB ini, pergeseran arah kiblat itu diketahui dari kecanggihan tekhnologi dengan menggunakan satelit. Namun demikian, Karding meminta ummat Islam tidak resah karena sedang diharapkan Depag segera mengambil langkah cepat merespons info tersebut.
"Hal ini lebih dikarenakan kecanggihan alat satelit. Kalau dulu kan masih pakai ilmu falak, sehingga masih terjadi perbedaan. Sebenarnya dengan penggunaan satelit ini arah kiblat kita menjadi lebih pasti," paparnya.
Menurut mantan wakil ketua DPRD Jawa Tengah ini, DPR khususnya Komisi VIII sudah minta kepada Dirjen Bimas Islam untuk melakukan langkah-langkah pendataan dan perbaikan. Hal ini sangat penting agar tidak menimbulkan keragu-raguan di masyarakat.
"Karena ini menyangkut arah salatnya umat muslim, Depag harus cepat. Saya dengar Bimas islam sudah menurunkan timnya untuk menetapkan arah yang tepat," pungkasnya. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
2
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
3
Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain yang Diwakilkan
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
5
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
6
Kultum Ramadhan: Memaksimalkan Doa 10 Malam Terakhir
Terkini
Lihat Semua