Dua pasangan capres-cawapres: Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Jusuf Kalla-Wiranto ‘menggeruduk’ atau secara bersamaan mendatangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (6/7) sore.
Mereka diterima langsung Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi. Ia didampingi dua pemimpin ormas lintas agama: Ketua KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), Mgr MD Situmorang OFM Cap, dan Ketua PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), Andreas Yewangu.<>
Kedatangan para capres dan cawapres itu untuk membicarakan kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Presiden. Megawati dan Jusuf Kalla maupun para pemimpin ormas lintas agama, bersepakat menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar segera menyelesaikan polemik DPT itu.
Dalam pernyataan bersama yang dibacakan Andreas Yewangu, mereka meminta KPU terbuka dan memberikan salinan DPT kepada seluruh pasangan capres dan cawapres. “DPT bukanlah rahasia negara. Apabila ada selisih data, haruslah dimusyawarahkan dalam semangat keutuhan kebangsaan sehingga tidak lagi terjadi pro dan kontra tentang DPT,” katanya.
Masing-masing pasangan capres-cawapres dan tokoh lintas agama itu mengaku menyadari bahwa waktu pelaksanaan Pilpres semakin dekat, tinggal dua hari lagi. Tersedia sedikit waktu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, apa pun kondisi dan risikonya, masalah tersebut harus segera diupayakan penyelesaiannya.
Dua pasang capres-cawapres itu bertemu di Kantor Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Jakarta, Ahad (5/7) malam kemarin. Mereka diterima Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Permasalahan yang sama, yakni, DPT, juga menjadi bahan utama pembicaraan di antara mereka. (rif)
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
544 Orang Tewas dalam Gelombang Protes Iran, Amerika Pertimbangkan Opsi Militer
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
6
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
Terkini
Lihat Semua