Jakarta, NU Online
Ekonomi mikro yang dijalankan oleh jutaan pelaku usaha yang sebagian besar meliputi sektor informal harus menjadi perhatian lembaga-lembaga keuangan, termasuk lembaga keuangan yang dikelola oleh warga NU.
“Jutaan pedagang kaki lima atau pedagang lijo (pedagang sayur keliling. red) tak tersentuh bantuan, namun mereka bisa mandiri dalam menjalankan usahanya,” tutur KH Hasyim Muzadi dalam sambutan pembukaan lokakarya "Meningkatkan Kesejahtaraan Warga NU lewat Lembaga Kegiatan Keuangan Mikro dan Koperasi hasil kerjasama antara Nusumma dan Rabobank Foundation di<> Gd. PBNU, Rabu.
“Dan mereka terbukti tidak ada yang mengemplang utang. Kerusakan ekonomi yang terjadi di Indonesia ini disebabkan oleh para pengusaha besar yang mengeplang utang,” tandasnya.
Para pengusaha mikro yang saat ini tidak bisa disentuh oleh kalangan perbangkan menurutnya hanya membutuhkan kepercayaan dan bantuan manajemen agar mereka tidak terus terpinggirkan
Dikatakannya PT Nusumma sebagai sebagai Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang dimiliki oleh PBNU harus terus mengembangkan diri dan melayani masyarakat yang selama ini belum mendapat perhatian. (mkf)
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan ASN Masih Kecil: Kekayaan RI Banyak Lari ke Luar Negeri
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua