Warta

Forum ‘Bahtsul Masail’ Jangan Dipolitisir

NU Online  ·  Sabtu, 29 November 2008 | 07:01 WIB

Jombang, NU Online
Ketua Majelis Pengasuh Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang KH Abdus Salam mengimbau partai politik untuk tidak memolitisir forum pembahasan masalah keagamaan khas warga pesantren yang biasa disebut sebagai forum 'bahtsul masa’il'.

Hal tersebut disampaikan terkait diadakannya bahtsul masail oleh DPW PKB Jata Timur hari ini, Sabtu (29/11), yang membahas tentang wacana golongan putih (golput) dan soal PAW (pergantian antar waktu).<>

“Mestinya yang menyelenggarakan itu Forum bahtsul Masail Independen atau NU, jangan Parpol, nanti tidak elegan dan bias kepentingan,” kata Kiai Abdus Salam yang juga Sekretaris Forum Bahtsul Masail Pondok Pesantren se Jombang (FBMPP) kepada NU Online di Ndalem Kasepuhan, Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Kamis (27/11) lalu.

Ditambahkannya, penggunaan legitimasi agama untuk kepentingan politik itu tidak akan efektif. “Tidak efektif dan tidak ada pengaruhnya,” katanya singkat.

Bahtsul masail yang merupakan tradisi pesantren dan NU adalah forum diskusi ilmiah keagamaan hendaknya dijaga netralitas dan mutu ilmiahnya, jangan sampai untuk kepentingan jangka pendek dan politis.

“Jika setiap ada kepentingan tertentu, lalu kita legitimasi dengan landasan dalil agama, apa tidak sama dengan gerakan FPI atau HTI yang selama ini kita kritik,” ujarnya.

Meski ia tidak setuju tentang wacana golput dimasukkan dalam draft masalah bahtsul masail DPW PKB Jatim, cucu Pendiri NU KH M Bisri Syansuri itu buru-buru menyatakan tentang ketentuan Fiqih. Dikataknnya, semangat golput berhadapan dengan kewajiban nashbul imamah atau menegakkan negara lewat kepemimpinan.

“Namun mengamati kondisi yang sedang terjadi sekarang ini, wacana golput ini dapat difahami, walaupun secara pribadi saya tidak ikut-ikutan,” imbuhnya. (yus)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang