Sejumlah partai politik (parpol) yang tergabung dalam Forum Antar-Parpol menggulirkan wacana duet pasangan Prabowo Subianto-Khofifah Indar Parawansa sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.
Forum parpol tersebut merupakan kumpulan partai-partai kecil yang tidak lolos aturan parliamentary threshold (PT). Partai-partai yang terlibat dalam forum ini sebanyak 22 parpol.<>
Sekjen Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Idham Cholied di Jakarta, Selasa, menyatakan, duet Prabowo-Khofifah akan menjadi lawan tangguh bagi calon dari Partai Demokrat.
"Mereka pasangan segar yang menjanjikan harapan baru. Jangan sampai Pemilu Presiden (Pilpres) 8 Juli hanya diisi tokoh yang itu-itu saja," kata Idham.
Terkait kendaraan politik, Idham optimistis bukan persoalan sulit. Partai Gerindra bisa bergabung dengan sejumlah partai baru dan lama. "Saya kira PAN dan PPP akan tertarik dengan duet ini," katanya.
Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) Bursah Zarnubi sepakat Khofifah layak tampil dalam pilpres mendatang.
"Figur Bu Khofifah bagus," katanya seraya menyatakan kemampuan ketua umum Muslimat NU tak kalah dengan capres/cawapres lainnya.
Menurut Bursah, akseptabilitas (penerimaan masyarakat) dan elektabilitas atau tingkat keterpilihan yang tinggi. Khofifah juga sudah teruji dalam pemilihan gubernur Jawa Timur beberapa waktu lalu, meski ia gagal meraih kemenangan karena pemilihan diwarnai kecurangan.
Khofifah, ketika dikonfirmasi, mengaku telah mendengar wacana pencalonannya tersebut. Namun, Ketua Umum PP Muslimat NU itu masih enggan berkomentar banyak soal hal itu.
Sementara itu, sejumlah parpol yang tergabung dalam Forum Antar Parpol (FAP) tetap mengajukan pasangan Prabowo-Rizal Ramli, namun hingga kini belum ada tanda-tanda realisasi deklarasi.
Di tempat yang sama, Sekjen Partai Karya Perjuangan Jackson Kumaat mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan usulan berbeda dari FAP. Senada dengan Idham, Jackson menganggap pasangan Prabowo-Khofifah juga sangat populer di masyarakat. Apalagi selama ini, massa kalangan nahdliyin masih tetap solid dalam mematuhi pimpinan NU.
"Tidak ada kaitannya pemilih pada Pemilu Legislatif dan Pilpres. Sejarah sudah membuktikan, partai pemenang Pemilu Legislatif sebelumnya, belum tentu memenangkan pertarungan pada Pemilu Presiden," katanya. (ant/sam/nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
4
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
5
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua