Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali akan mengirimkan peserta pelatihan Education Management Training Program (EMTP) gelombang ketiga. Program yang diikuti Sekitar 20 orang kader-kader NU ini akan diberangkatkan menuju Leeds University Inggris 11 Nopember mendatang.
Ke 20 orang tersebut terdiri dari 14 laki-laki dan 6 perempuan yang berasal dari jaringan pesantren NU yang ada di Indonesia. Mereka ini merupakan wakil pengasuh atau kepala sekolah di pesantren yang telah lolos seleksi awal dan Training Needs Analysist (TNA) gabungan British Council (BC) dan PBNU yang telah diadakan di Medan, Kalsel, Bali, Salatiga dan Jakarta beberapa waktu lalu.
<>Mereka yang lolos seleksi antara lain Tgk Muhammad Hatta (PP Ummul Ayman Sibreuh-NAD), Rani Silvikana Sembiring (Ar-Raudlatul Hasanah-Medan), Bahruddin (PP-Qaryah Thayibah-Salatiga), Zahrul Azhar Asumta (PP-Darul Ulum-Jombang), Fahrur Razi (PP-Miftahul Huda-Kroya Cilacap), H. Ahmad Munif Syafa'at (PP.Darussalam_Karangdoro,Jatim), Beny Sya'af (ICIS/Yayasan Dahlan AS-Syafi'e-Mojokerto), Diny Suhardiany (Lakpesdam), Mahfudzah (PP-Albadar, Pare-Pare, Sulsel), Hilman Wajdi (PP-Al-Hilam, Malang), Miftah Sarif (PP-Dar El Hikam Pekanbaru), Warsidah (PP-Alfalah Puteri Banjarbaru, Kalsel), Taufiq R. Abdullah (Wasekjen PBNU), Omon Abrurahman (PP Darul Iksan, Pandeglang Banten), Yayat Ruchyati (Fatayat NU), H. Faturahim (PP-Manba'ul Ulum, Bali), Moh. Mustofa (PP-Kempek, Cirebon), dr. Wan Nendra (PP-Assomadiyah, Madura), Masrur Ainun Najih (Syuriah PBNU) dan Saiful Anwar (PP-As-Saadiyah, Kaltim).
Sebelum diberangkatkan, para peserta akan diberikan training persiapan di Jakarta pada tanggal 26Â -30 Oktober 2005. Training diberikan untuk mendapatkan masukan dari peserta terdahlu terkait dengan pengenalan budaya, iklim, program kerja dan briefing dari pengurus PBNU.
Menurut Ketua PBNU yang membidangi program ini, H.M. Rozy Munir, kepada NU Online, Selasa (3/8) mengatakan program pelatihan ini merupakan lanjutan dari British Counchil (BC) dan PBNU dalam rangka meningkatkan pemberdayaan sumberdaya manusia dan pengembangan jaringan internasional Nahdlatul Ulama.
Mengenai dipilihnya Leeds University, Ketua PBNU yang membidangi urusan luar negeri ini mengatakan, selain direkomendasikan oleh peserta terdahulu, dipilihnya Leeds University karena memiliki fakultas pendidikan yang sangat baik dan paling sesuai dalam hal pengajarannya.
Sebelumnya, Desember 2004 dan Januari 2005,PBNU telah memberangkatkan sekitar 40 orang peserta yang terdiri dalam dua gelombang. Direncanakan program tahap ketiga ini akan berlangsung selama sebulan dan akan kembali lagi ke Indonesia pada Desember 2005. Selama di Inggris mereka dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke beberapa perguruan tinggi di Inggris yang mengadopsi sistem pendidikan ala pesantren, bertemu dengan komunitas Muslim Indonesia seperti pertemuan dengan PCI NU UK, Kunjungan ke Kedubes Indonesia di London.
Setelah kembali dari pelatihan ini, para peserta, lanjut Mantan Meneg BUMN Zaman Gus Dur diharapkan dapat menularkan dan mengembangkan ilmu yang mereka peroleh ke pesantren di sekitarnya sehingga nilai tambah yang diperoleh dari kunjungan tersebut semakin besar. (cih)
Terpopuler
1
Pemerintah Nonaktifkan 13,5 Juta Peserta PBI JKN, Mensos Gus Ipul: Dialihkan ke Warga Lebih Miskin
2
Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Ramadhan pada 17 Februari 2026 dengan Didahului Edukasi Pengamatan Hilal
3
Menkeu Purbaya Heran Anggaran Kesehatan Naik Malah Berujung Penonaktifan PBI JKN
4
Kasus Bunuh Diri Siswa SD Tunjukkan Ketidakberpihakan Negara terhadap Rakyat Kecil
5
Paripurna DPR Setujui 8 Calon Anggota Baznas Periode 2026-2031
6
120 Ribu Pasien Terancam, Menkes Peringatkan Risiko Kematian akibat Penonaktifan PBI JKN
Terkini
Lihat Semua