GNKL Kembangkan Desa Konservasi di Kepulauan Seribu
NU Online · Jumat, 23 November 2007 | 04:03 WIB
Jakarta, NU Online
Ancaman terhadap rusaknya alam yang salah satunya telah menimbulkan pemanasan global telah menjadi keprihatinan banyak fihak. Upaya penyelamatan alam terus digalakkan dengan melibatkan banyak fihak.
Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan (GNKL NU) sebagai salah satu lembaga dibawah NU yang bergerak dalam penyelamatan hutan dan lingkungan kini juga punya program desa konservasi di kepulauan Seribu. Program ini bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu (BTNKS) bertempat di tiga desa di tiga pulau.
<>Anggia Ermarini dari GNKL menjelaskan bahwa Program Desa Konservasi adalah upaya penyadaran pada masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan sehingga kawasan konservasi di Kep. Seribu tetap terjaga keberadaannya.
Dijelaskannya bahwa pada tahun 1980-an, kawasan Kep. Seribu menduduki posisi ketiga daerah yang paling indah di seluruh dunia. Namun hanya dalam kurun yang tak terlalu lama, kini, kawasan tersebut termasuk daerah yang paling kotor di dunia.
Nantinya, GNKL akan bekerjasama dengan PCNU Kep. Seribu akan memberikan penyadaran kepada masyarakat melalui pendekatan keagamaan tentang pentingnya menjaga alam.
Pendekatan pemanfaatan ekonomi juga dilakukan dengan memberikan akses terhadap produk berbasis kelautan yang bisa dibuat oleh masyarakat dan pengembangan produk berbasis kelautan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Anggia yang baru beberapa hari lalu melakukan pemetaan di Kep. Seribu juga menuturkan masyarakat disana kebanyakan merupakan nahdliyyin dan Ketua BTNKS Dr. Joko Prihatno merupakan mantan ketua PCI NU Malaysia sehingga kerjasama ini akan semakin mudah. (mkf)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua