Gus Dur Tuding Presiden Berupaya Jegal Dirinya di Pemilu 2009
NU Online · Rabu, 23 April 2008 | 23:06 WIB
Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menuding Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berupaya menjegal dirinya agar tak bisa mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 mendatang. Pasalnya, kata dia, Presiden tahu bahwa dirinya akan mendapatkan dukungan luas dari rakyat.
"Dewasa ini ada upaya sangat besar untuk membuat saya tidak ikut pemilu presiden, siapa lagi, ya, SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)," ucap saat membuka Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) PKB di Kantor DPP PKB, Jalan Kalibata Timur, Jakarta, Rabu (23/4) kemarin.<>
Konflik di tubuh PKB yang terjadi saat ini, menurut Gus Dur, merupakan salah satu cara Yudhoyono untuk menghalangi dirinya agar tak bisa mengikuti pemilihan presiden. Namun, lanjutnya, jika hal itu benar-benar terjadi, maka akan muncul gerakan massa dalam bentuk revolusi sosial.
Ia mengaku siap digugat jika Presiden karena ucapannya itu. “Kalau mau gugat secara hukum, silakan. Saya akan tunggu sampai SBY sendiri yang menggugat,” tandas Gus Dur dengan nada tinggi.
Pelakasana Tugas (Plt) Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB Ali Masykur Moesa, menegaskan, partainya pasti ikut pemilu sesuai UU No.10/2008 karena sudah memenuhi electoral threshold (ET) 3 persen. Ia berharap KPU mempelajari mekanisme dan aturan internal PKB, termasuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART), agar dalam mengambil keputusan tidak salah.
“Di mana struktur pengambilan keputusan internal PKB sesuai AD/ART PKB Pasal 17 dan Pasal 20 bahwa pimpinan tertinggi itu dan pengendali PKB itu Dewan Syura,” tandas Ali.
“Jadi, Dewan Tanfidz tidak ada artinya dalam mengambil keputusan tanpa seizin Ketua Umum Dewan Syura. Karena itu, apa yang dilakukan selama ini seperti Muspimnas dan MLB, sama sekali di luar garis partai dan illegal. Warga PKB harus terus konsolidasi dari pusat sampai ke tingkat ranting,” imbuh Ali.
Acara bertajuk “Muspimnas PKB Konsolidasi Partai Bersama Gus Dur, Menang untuk Rakyat” itu diikuti 29 pengurus DPW PKB se-Indonesia dan lengkap bersama jajaran Dewan Syura dan Dewan Tanfidz DPP PKB. (nif)
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
4
Berita Duka dari Yogyakarta, KH Muhammad Nasikh Ridwan Wafat pada Usia 65 Tahun
5
BMKG: Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Kering hingga 24 Oktober
6
PWNU Jakarta Jadwalkan Pembukaan Konferwil XXI di Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur
Terkini
Lihat Semua