Lembaga-lembaga pendidikan diharapkan kembali mengutamakan keikhlasan dalam mendidik masyarakat. Tidak seyogyanya, lembaga pendidikan hanya mengedepankan keuntungan semata, terutama lembaga-lembaga pendidikan keagamaan.
Demikian dinyatakan sampaikan Pengasuh Pesantren Ciganjur KH Abdurrahman Wahid dalam pengajian rutin-nya di masjid Al-Munawwaroh, Jl Warung Silah Jakarta, Sabtu (23/5).<>
Menurut Gus Dur, sejarah lembaga pesantren sangat diilhami oleh perjuangan yang dilambari dengan keikhlasan. Para ulama sama sekali tidak mengharapkan keuntungan duniawi dalam menyampaikan dakwah dan kebenaran kepada umatnya.
Lebih lanjut, Gus Dur menyayangkan fenomena pesantren masa kini yang lebih mengedepankan mencari keuntungan dan prestige semata. Terutama sekali jika keuntungan itu melalui intrik-intik dukungan politik.
"Banyak pesantren dan para ulama saat ini yang mencari keuntungan materi dengan mempolitisir santri-santrinya untuk keuntungan pribadi," terang Gus Dur.
Mantan presiden ini menambahkan, fenomena pengatasnamaan pesantren sebagai basis dukungan politik praktis merupakan kemunduran dalam dunia pesantren. Mestinya, tambah Gus Dur, para kiai berani menyatakan dukungan tanpa membawa-bawa institusi pendidikan yang dipimpinnya.
"Kenyataan ini membuktikan para kiai mulai kehilangan kepercayaan diri. Mestinya nggak perlu minder, sampai membawa massanya segala," Tandas Gus Dur. (min)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua