Berorganisasi dalam wadah Nahdlatul Ulama (NU) hendaknya diniatkan sebagai ibadah. Demikian dikatakan Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang H M. Hamid Bishri dalam perbincangan dengan NU Online di kediamannya, kompleks Pesantren Darul Ulum Peterongan, Rabu (2/6).
Dikatakan pemimpin umum website NU Jombang ini, karena berorganisasi NU itu adalah ibadah, maka menjadi pengurus NU tidak boleh diniatkan untuk mendompleng dan mengambil kepentingan di dalamnya.<>
“Berbuat, bertindak di NU itu tidak dengan menumpang atau mendompleng kepentingan di NU,” ujarnya. Ditanya tentang konflik yang kerap melanda NU, Gus Mamik, demikian kiai ini biasa dipanggil mengatakan, terkadang masih ada sekat komunikasi di dalam NU.
”Kelemahan kultural NU itu jika sedang konflik mereka yang terlibat tidak mau ketemu. Ini mungkin adalah ekses dari budaya ewuh pakewuh yang diterapkan tidak pada tempatnya,” ujar koordiantor kepondokan PP Darul Ulum ini.
Ayah empat anak ini berharap, agar ketika konflik terjadi masing-masing pihak dapat berinisiatif untuk saling membuka komunikasi. Ditambahkan, hendaknya konflik itu tidak membawa kerugian dalam tugas NU untuk melayani ummat.(amn)
Terpopuler
1
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
Usai Gus Kikin Terpilih, Ini Susunan Tim Formatur PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Profil Gus Kikin yang Terpilih Jadi Ketum PBNU Hasil Muktamar Ke-35
4
Rais Aam Terpilih Setujui Lima Calon Ketua Umum PBNU, Musyawarah Penentuan Segera Dimulai
5
Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua
6
Gus Kikin Sampaikan Pidato Perdana Usai Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Terkini
Lihat Semua