Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) mengaku tidak mengerti jalan pikir Front Pembela Islam (FPI) atas tindakan kekerasan yang dilakukan pada aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Jakarta, Ahad (1/6) lalu.
Padahal, kata Gus Mus, kelompok pimpinan Habib Riziq Shihab yang menunjukkan keangkuhan dan keganasannya itu berpakaian busana seperti Nabi Muhammad. Pun menggunakan menggunakan label “Pembela Islam”.<>
“Lagi-lagi kita disuguhi tontonan yang sulit dimengerti oleh pikiran waras kaum beriman yang ber-Pancasila. Mereka yang seperti kalap itu pastilah orang-orang awam yang tidak begitu mengerti tentang Islam dan tidak mengenal kanjeng Nabi Muhammad SAW,” tutur Gus Mus seperti ditulis www.gusmus.net.
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu menilai, mereka yang melakukan kekerasan tidaklah sungguh-sungguh mengerti bahwa Islam adalah agama damai dan kasih sayang. “Tidak mengerti bahwa kanjeng Nabi Muhammad adalah seorang pemimpin yang bassaam, ramah dan murah senyum,” tandasnya.
“Mungkin mereka yang melakukan kekerasan itu sekedar ‘wayang-wayang’ yang terbakar oleh provokasi imam-imam mereka. Mereka diyakinkan, misalnya, bahwa kelompok AKKBB itu pembela kaum sesat Ahmadiyah atau antek-antek Yahudi dan Amerika,” imbuh Gus Mus lagi.
Namun demikian, lanjutnya, apa pun alasannya, tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan, baik oleh akal sehat, Islam, dan juga negara. Pasalnya, Indonesia jelas merupakan negara hukum yang semua persoalan semestinya diselesaikan melalui jalur hukum pula.
Gus Mus mengaku khawatir akan kekerasan-kekerasan, seperti yang terjadi pada Ahad (1/6) lalu, justru akan membuat konflik horisontal berkepanjangan. Jika hal itu terjadi, maka, pada akhirnya umat Islam sendiri yang merugi.
Kekhawatiran itu, ujarnya, bukan tanpa alasan. Sebab, saat ini ‘tensi masyarakat’ sedang sangat tinggi. Karena itu, pemerintah, sebagai pihak yang paling utama bertanggung jawab, agar menyelesaikan permasalahan tersebut.
Kepada seluruh umat Islam yang mayoritas di Tanah Air, ia mengimbau tetap mengedepankan sikap tidak berlebih-lebihan, sikap kearifan dan kesantunan seperti yang diajarkan Nabi Muhammad. “Tidak justru mengikuti cara-cara munkar yang seharusnya kita cegah,” tandasnya. (rif)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua