Gus Sholah: Kasus Lapindo Murni Kesalahan Pemerintah
NU Online · Ahad, 30 Mei 2010 | 23:19 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahudin Wahid, menilai kasus Lapindo Sidoarjo merupakan murni kesalahan pemerintah. Ia sangat menyayangkan hingga empat tahun bencana tersebut kasusnya belum juga selesai.
"Kasus Lapindo itu murni kesalahan pemerintah. Jadi, selayaknya pemerintah menangani masalh itu. Namun ironisnya, hal itu tidak pernah dilakukan. Selain masih banyak warga yang menjadi korban dan belum diberi ganti rugi, kasus lumpur Lapindo juga tak pernah di usut tuntas di pengadilan," kata Gus Sholah seperti dilansir situs beritajatim.com, Ahad (30/5).<>
Bukan hanya itu, adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga menilai kasus lumpur Lapindo merupakan kejahatan rezim dan harus diselidiki ulang. Dengan begitu, penderitaan masyarakat Sidoarjo sedikit terobati.
"Sebab, selain sampai hari ini kasus tersebut masih terkatung-katung. Status hukum atas derita ribuan warga yang menjadi korban, juga belum jelas," tambah pengasuh ponpes Tebuireng ini menegaskan.
Kedepan, ia berharap, pemerintahan SBY - Boediono segera bertanggung jawab dan segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi. Ia mencontohkan kasus tumpahan minyak di teluk Mexico. Meski hal itu dilakukan oleh pihakn swasta, namun negara juga ikut bertanggung jawab.
Ironisnya lagi, ada wacana menjadikan kawasan luapan Lapindo dijadikan wisata geologi. Menurut Gus Solah hal itu sama dengan menjual penderitaan rakyat. "Ini ide ngawur, masak penderitaan rakyat kok dijadikan wisata. Apa tidak malu," celetuk Gus Solah keheranan. (sam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
3
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
4
Delegasi Belanda Belajar Nilai dan Kehidupan Santri di Pesantren
5
Risih Tangisan Bayi di Transportasi Umum: Ruang Publik Bukan Milik Kita Sendiri
6
CELIOS: 50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Rakyat, Indonesia Menuju Republik Oligarki
Terkini
Lihat Semua