Gus Sholah: Semua Kandidat akan Bersaing Sehat
NU Online · Sabtu, 13 Maret 2010 | 13:50 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang juga kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) sudah sepenuhnya siap jika dukungan pencalonannya mencapai kuota yang dibutuhkan. Namun Gus Sholah juga berharap para kandidat lainnya juga siap sepenuhnya jika dukungannya memenuhi syarat.
"Jika semuanya siap lahir dan bathin, tentu Muktamar akan menjadi momentum yang berarti dan sangat menentukan masa depan NU. JIka semua kandidat siap, tentu saja kompetisi menjadi sehat. Dan saya rasa semua kandidat akan bersaing dengan sehat," tutur GUs Sholah kepada wartawan,s esaat sebelum memaparkan visi dan misinya di depan peserta sarasehan ISNU di Jakarta, Sabtu (13/3).<>
Menurut Gus Sholah, ketidaksiapan salah seorang kandidat dapat memicu munculnya persangan yang tidak sehat. Karenanya,lanjut Gus Sholah, dirinya selalu menginginkan agar kandidat-kandidat dapat bekerja sama dalam mensukseskan muktamar.
"Ya kan untuk menjadi ketua NU tidak perlu mencari dukungan dengan cara yang tidak benar. Marilah kita bekerja sama untuk kemajuan NU. Para kandidat dapat bersama-sama datang mengunjungi cabang-cabang untuk mrlakukan sosialisasi. Biarlah nanti mereka menentukan dengan pilihannya dengan benar, bukan karena niat atau tujuan yang salah," tandas Gus Sholah.
Lebih lanjut Gus Sholah menyatakan, NU adalah organisasi yang besar dan bukan bertujuan poliyik praktis. Karenanya para kandidat NU harus mampu menunjukkan etika yang benar dan berahlak mulia dalam menjaring dukungan. (min)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
5
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua