Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mewacanakan menteri pendidikan nasional ditunjuk dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Seperti diketahui, sepanjang sejarah belum ada menteri pendidikan dari NU.
Di sela-sela halaqah pendidikan di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Parung, Bogor, Jawa Barat, Ahad (10/5), Gus Sholah mengatakan, kader-kader NU siap membenahi pendidikan nasional.<>
"Kalau (kader) NU diberi amanah untuk membenahi sekaligus memimpin Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mengapa tidak? Sumber daya manusia (SDM) yang punya kompetensi untuk dapat membenahi sistem pendidikan di Indonesia tersedia," katanya.
Pernyataan itu disampaikan menjawab pertanyaan wartawan terkait banyaknya lembaga pendidikan pesantren, yang umumnya adalah dimiliki masyarakat/swasta, belum mendapatkan bantuan sepenuhnya pemerintah.
Meski kader NU siap bila pemerintahan hasil Pemilu Presiden 8 Juli 2009 memberikan amanah untuk membenahi pendidikan nasional, kata Gus Sholah, tetap harus ada kriteria standar dan profesional yang mesti dimiliki, diantaranya sosok yang punya integritas yang teruji dari sisi akhlak, jujur, serta mampu menghadapi tugas berat untuk membongkar kasus-kasus korupsi.
"Dari informasi dan interaksi dengan berbagai kalangan, saya mendapatkan informasi potensi penyimpangan dalam dunia pendidikan nasional cukup besar, sehingga dibutuhkan figur yang berani untuk memberantasnya," katanya. (sam/hir)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Terkini
Lihat Semua