Gus Solah: 60 Tahun Merdeka, Indonesia Tak Mampu Jadi Bangsa Besar
NU Online · Jumat, 27 Januari 2006 | 14:03 WIB
Jakarta, NU Online
Kekayaan alam yang melimpah, keanekaragaman budaya, jumlah penduduk yang besar dan sebagainya, merupakan modal besar bagi bangsa Indonesia untuk maju. Namun, setelah 60 tahun merdeka, seluruh modal yang dimiliki tersebut justru berkurang dan tak mampu mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar.
Demikian disampaikan Ketua Forum Indonesia Satu (FIS), Salahuddin Wahid (Gus Sholah) saat hadir sebagai narasumber dalam Dialog Kebangsaan di Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya Jakarta, Jumat (27/1).
<>Sekian lama perjalanan bangsa ini, kata Gus Solah, justru mengantarkan Indonesia pada posisi di bawah negara-negara lain di dunia. Bahkan dibanding negara-negara di kawasan Asia Tenggara saja, Indonesia masih belum mampu bersaing.
“Kita sekarang menjadi bangsa konsumen, bukan produsen. Semuanya kita impor dari luar. Kita tidak mampu memproduksi sendiri, apalagi mengekspor,” terang Gus Solah.
Tidak hanya itu. Lebih memilukan lagi, imbuh Gus Solah, Indonesia dikenal sebagai negara terkorup di dunia. “Menurut hasil survei Transparansi Internasional, Indonesia menempati posisi keenam sebagai negara terkorup di dunia. Itu sangat menyedihkan kita sebagai bangsa,” ujarnya.
Selain Gus Solah, hadir juga pada acara yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) itu Ketua Yayasan Jatidiri Bangsa Soemarno Soedarsono, Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismed Hasan. (rif)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
2
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
4
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman Silaturahim lan Cara Nepung Paseduluran
5
Khutbah Idul Fitri: Saatnya Menghisab Diri dan Melanjutkan Kebaikan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
Terkini
Lihat Semua