AS Klaim Ingin Bantu Rakyat Iran, Dubes Iran: Bantuan Amerika adalah Kehancuran dan Kerusakan
NU Online · Senin, 2 Maret 2026 | 18:00 WIB
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat konferensi pers di kediamannya di Menteng, Jakarta, Senin (2/3/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi melakukan konferensi pers di kediamannya di Menteng, Jakarta, Senin (2/3/2026). Dalam kesempatan itu, Boroujerdi menegaskan bahwa klaim Amerika Serikat yang ingin membantu masyarakat Iran merupakan sebuah ironi. Hal ini mengingat serangan Amerika terhadap Iran menyasar sekolah.
"Saya ingin tanyakan, jenis bantuan seperti apa ini sampai dengan 200 anak anak SD menjadi korban. Bantuan seperti apa yang dimaksudkan oleh mereka?" katanya.
Iran, katanya, sudah sadar dan sudah lama mengetahui berbagai jenis bantuan yang disampaikan oleh Amerika Serikat. Ia menyebut sejumlah negara sebagai contoh, yakni Irak dan Afghanistan.
"Bantuan Amerika Serikat tidak lain selain kehancuran dan kelaparan dan kerusakan total bagi sebuah negara. Apakah ada manfaat lain? Saya dan saya tidak ada," ujarnya.
Ia menyebut istilah bantuan itu sebagai sebuah ironi demokrasi dan klaim yang tidak masuk akal. "Marilah kita memberikan contoh dimana Amerika Serikat membantu rakyat sebuah negara dan terdapat hasil dari hal hal yang berbeda yang saya sampaikan," katanya.
Pasalnya, serangan kedua negara tersebut merenggut lebih dari 555 korban warga sipil yang mayoritas anak-anak dan perempuan. Serangan itu juga dilancarkan ke rumah sakit, sekolah, dan berbagai tempat lainnya menjadi sasaran bagi mereka dan korbannya adalah masyarakat sipil. Bahkan, mereka juga menyerang kantor Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei.
"Dalam serangan ini mereka menyerang masyarakat Iran yang tak berdosa. Mereka menyerang sekolahan anak anak yang masih duduk di bangku bangku SD, menyerang rumah sakit dan menyebabkan ratusan anak-anak yang masih SD. Masyarakat sipil mencapai tingkat atau derajat kesyahidan," katanya.
Ia menegaskan bahwa serangan ke Iran merupakan bukti bahwa Amerika dan Israel tidak patuh terhadap diplomasi, tidak patuh terhadap negosiasi. Hal tersebut juga menjadi penegas bagi Iran untuk tidak bernegosiasi. "Sekali lagi terbukti bahwa lagi-lagi pada saat kami sedang berada di meja perundingan, mereka melakukan penyerangan terhadap Iran," katanya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
5
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
6
Subsidi Haji dari APBN, MUI: Tak Pengaruhi Keabsahan Ibadah
Terkini
Lihat Semua