Syarat penting mengokohkan bangsa dan negara adalah persatuan. Sumber penting mempersatukan rakyat adalah dengan semangat patriotisme. Hal inilah yang digelorakan Rais Am Idarah Aliyah Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyah Habib Muhammad Lutfi bin Yahya, di Undaan Lor, Kudus, Rabu (6/5).
Dalam acara Maulid Nabi Muhamaad SAW di Kanzuz Shalawat Angudi Barokah Gusti (ABG), Habib asal Pekalongan ini mengajak kepada seluruh hadirin mencintai bangsa dan negara.<>
“Tidak sedikit orang yang andil dalam kemerdekaan ini. Layaklah kiranya jika kita meneruskan perjuangan mereka dengan memperkokoh persatuan,” katanya seperti dikutip kontributor NU Online Zakki Amali.
Menurutnya cinta kepada bangsa adalah sebagian dari iman. ”Kadar bobot iman seseorang ditentukan seberapa besar kecintaan kepada bangsa dan negara,” tegasnya sembari menyitir hadits.
Secarik bendera Merah-Putih, lanjutnya, adalah lambang perjuangan bangsa Indonesia yang dijunjung tinggi.
“Malu kita, jika melihat sang saka Merah Putih. Apa yang sudah kita sumbangkan untuk bangsa ini, untuk perjuangan pahlawan-pahlawan, dan untuk seluruh rakyat yang memperjuangkannya,” tukasnya dengan nada tanya.
Maulid yang dihadiri ribuan umat Islam ini berakhir sekitar pukul 23.30. Turut hadir sebagai tamu kehormatan, Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh. (zak/nam)
Terpopuler
1
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
2
Khutbah Jumat: Jadi Manusia yang Menenangkan, Bukan yang Meresahkan
3
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah tentang Kejujuran
4
Khutbah Jumat: Degradasi Moral dan Kualitas Shalat
5
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
6
PBNU Segera Alihkan Saham Perusahaan Pengelola Tambang kepada Perkumpulan NU
Terkini
Lihat Semua