Hanya Dua Ponpes Salaf di Kediri Dapat Dana BOS 2006
NU Online · Kamis, 29 Desember 2005 | 07:00 WIB
Kediri, NU Online
Dari sekitar 140 lembaga pondok pesantren (ponpes) salaf di Kediri, Jawa Timur, hanya dua saja yang akan mendapat kucuran dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) pada tahun 2006 mendatang.
Kasi Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren Kantor Departemen Agama Kabupaten Kediri, Komaruddin, Kamis mengaku pihaknya telah mengusulkan sembilan ponpes salaf untuk dapat dana BOS tahun 2006 mendatang.
<>"Kesembilan ponpes salaf itu menyelenggarakan pendidikan setingkat SD dan SMP, sementara yang lainnya tidak ada pendidikan setingkat SD dan SMP. Namun ternyata yang disetujui hanya dua ponpes saja," katanya.
Kedua ponpes tersebut adalah Ponpes Salafiyah Darussalam, di Desa Sumbersari, Kecamatan Kepung dan Ponpes Salafiyah Al Ijtihad, di Dusun Demangan, Desa Setonorejo, Kecamatan Kras.
Untuk siswa setingkat SD di Ponpes Salafiyah Darussalam sebanyak 519 orang akan mendapatkan alokasi dana BOS tahun 2006 mendatang mencapai Rp10.120.500, sedang SMP dengan jumlah siswa 245 orang akan mendapat dana Rp6.615.000.
Sedang untuk siswa setingkat SD di Ponpes Salafiyah Al Ijtihad yang jumlahnya 82 orang akan mendapatkan kucuran dana BOS Rp1.599.000 dan siswa setingkat SMP yang berjumlah 59 orang akan memperoleh Rp1.593.000. Sementara sembilan ponpes salaf lainnya sampai sekarang masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
Lebih lanjut Komaruddin mengungkapkan sebenarnya banyak sekali ponpes salaf di Kabupaten Kediri, namun sebagian besar menolak pengajuan dana BOS. "Mereka tidak bersedia menyelenggarakan pendidikan setara SD dan SMP dengan menyesuaikan kurikulum nasional," ujarnya.
Persyaratan tersebut oleh kalangan ponpes salaf lainnya dianggap sangat tidak realistis karena sedikit banyak harus mengorbankan pendidikan agama dengan sistem salaf yang sudah dikembangkan sejak puluhan tahun lalu. Ponpes salaf yang menolak penyesuaian kurikulum nasional rata-rata sudah eksis sejak lama dan dikenal masyarakat luas.(ant/mkf)
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua