Hasil Survei, Penonton Televisi Naik 15% di Bulan Ramadhan
NU Online · Jumat, 3 September 2010 | 06:19 WIB
Jumlah penonton televisi naik 15 persen menjadi 6,5 juta orang selama Ramadan. Selama bulan puasa, masyarakat Indonesia lebih suka menghabiskan waktu di depan televisi.
Executive Director Retail Measurement Service Nielsen, Teguh Yunanto, mengatakan penonton anak-anak menyumbang kenaikan paling tinggi sebesar 25 persen menjadi 1,3 juta orang.<>
Kelompok itu diikuti anak laki-laki berusia 15+ yang naik 16 persen menjadi 2,4 juta orang. Selanjutnya, penonton perempuan berusia 15+ meningkat 11 persen menjadi 2,8 juta orang.
"Anak-anak penyumbang kenaikan paling besar karena memanfaatkan liburan di depan televisi," kata Teguh Yunanto di Jakarta pada awal Ramadhan lalu.
Teguh menjelaskan, selama bulan puasa, masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu menonton televisi saat sahur. Data Nielsen 2009 menunjukkan 5,4 juta orang menonton televisi di saat sahur. Jumlah itu meningkat sembilan kali lipat di hari biasa.
"Peningkatan jumlah pemirsa juga terjadi saat berbuka puasa yang naik 18 persen menjadi sembilan juta orang," tuturnya.
Berdasarkan survei Nielsen, selama bulan puasa minat masyarakat untuk menonton program religius meningkat tiga persen menjadi 3,5 jam dalam sebulan. Namun, saat bulan puasa berakhir, angka ini akan menurun drastis.
"Kelihatannya sebagian besar masyarakat menikmati menonton program religius hanya saat bulan puasa," ujarnya. (sam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua