Hasyim: Agama Kerap Disalahgunakan sebagai Alat Provokasi
NU Online · Kamis, 5 Maret 2009 | 13:01 WIB
Perbincangan tentang agama dan masyarakat memang tidak akan pernah selesai, seiring dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. Kehadiran agama-agama di dunia bahkan seringkali dijadikan sebagai alat untuk memprovokasi.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyatakan, karena agama sering kali disalahgunakan, maka agama juga kerap kali disalahpahami bahkan disalahpahamkan.<>
"Kita hidup di dunia di mana agama sering kali disalahgunakan sebagai alat provokasi. Akibatnya, agama sering kali di salahpahami, tidak terkecuali Islam," kata Hasyim dalam sambutannya pada forum dialog lintas agama di Roma, Italia, Rabu (4/3).
Hasyim mengatakan bahwa Islam sering disalahpahami akibat beberapa faktor yang muncul baik dari dalam komunitas Islam sendiri maupun dari komunitas lain di luar Islam.
Di antara faktor yang berasal dari dalam komunitas Islam itu, menurutnya, adalah adanya sebagian umat Islam "yang belum bisa menunjukkan diri sebagai representasi dari kesucian dan moralitas Islam."
"Secara eksternal, komunitas lain (di luar Islam) sudah meganggap perilaku umat Islam saat ini sebagai refleksi dari ajaran Islam," katanya.
Presiden World Conference of Religions for Peace itu juga mengingatkan pentingnya menempatkan agama sebagai sumber ajaran. Terlebih dalam dunia yang multi kultural, agama harus bisa sejalan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Dalam kesempatan itu, Hasyim juga mengatakan bahwa sepanjang perjalanannya yang ke-82 tahun, Nahdlatul Ulama (NU), masih tetap dan akan terus menyemaikan ajaran-ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia. (dar)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua