Hasyim: Formalin, Haram Penggunaannya Bukan Zatnya
NU Online · Selasa, 3 Januari 2006 | 09:48 WIB
Jakarta, NU Online
Belum ada fatwa khusus dari organisasi keagamaan terkait dengan penyalahgunaan formalin untuk makanan yang marak akhir-akhir ini. Namun, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Hasyim Muzadi mengatakan bahwa bahan pengawet mayat tersebut tidaklah haram. Menurutnya, yang diharamkan adalah penggunaannya saja.
“Sama saja dengan racun tikus misalnya, kan tidak haram. Menjadi haram kalau dibuat untuk meracun orang,” tandas Hasyim Muzadi kepada wartawan saat ditemui di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya Jakarta Pusat, Selasa (3/1).
<>Meski demikian, Hasyim menyatakan bahwa harus ada pembahasan khusus terkait dengan persoalan tersebut. Oleh karena itu, kata Hasyim, dalam waktu dekat PBNU akan segera mengadakan bahsul masail (baca; pembahasan masalah) untuk membahas sekaligus menetapkan status hukum atas persoalan formalin tersebut.
“Saya kira dalam waktu dekat sudah bisa dilaksanakan. Kiai Ma’ruf Amin (Rois Syuriah PBNU, Red) sudah mulai mengumpulkan referensinya,” ujar Hasyim.
Lebih lanjut, Hasyim mengatakan, hal itu dilakukan karena NU tidak ingin menetapkan sebuah hukum tanpa ada pembahasan terlebih dahulu. “Untuk menjatuhkan sebuah hukum Islam, dalam tradisi NU harus dibahas melalui bahsul masail dulu. Prinsipnya adalah kehati-hatian,” ujarnya.
Selain itu, Hasyim menyatakan bahwa harus ada kontrol dari pemerintah atas peredaran zat berbahaya tersebut. Kontrol dalam hal ini, ungkap Hasyim bisa berbentuk peraturan yang bisa mengendalikan peredaran barang tersebut agar tidak dijual bebas seperti selama ini.
Menanggapi pertanyaan wartawan perihal perlu tidaknya Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait persoalan tersebut, Hasyim juga berharap demikian. “Fatwa MUI perlu. Tapi itu bukan persoalan sulit di MUI, kan sudah ada Kiai Ma’ruf (Amin, Red) di sana,” tandasnya. (rif)
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua