Kekalahan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di berbagai daerah menjadi sorotan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Pasalnya, partai yang dibidani NU itu belakangan bagaikan kacang yang melupakan kulitnya.
“PKB disini menang apa kalah Pak... Bu...?” tanya Kiai Hasyim yang dijawab serentak dengan kata ”kalah” oleh pengunjung pengajian umum Rakercab dan pelantikan PCNU dan Ansor Brebes di Mts Assalafiyah Sitanggal Larangan Brebes, Kamis (30/4) sore.<>
Hasyim pun menyahutnya lagi dengan kata “Alhamdulillah.” Mengapa Alhamdulillah? Katanya, karena berdasarkan pengalaman politik sebelumnya, NU hanya dimanfaatkan saja. Saat kampanye, mereka selau membawa nama besar NU, namun setelah jadi tidak pernah peduli terhadap NU.
Berdasarkan pengalamannya, politisi NU yang datang kepada dirinya hanya ketika ada masalah. Namun ketika tidak ada masalah, justru tidak pernah datang kepada NU. Menurutnya, NU itu ibarat sepeda motor, partai ibarat helmnya.
“Sangat disayangkan seorang kader NU menjual motor hanya sekadar untuk membeli helmnya. Seharusnya, berfikir dan bertindak bagaimana mendapatkan helm untuk menjalankan motor, sehingga sesuai dengan aturan dan undang-undang lalu lintas. Tidak ditilang Nahdliyin!”
Dalam kasus PKB, partai anak kandung NU, menurut kiai Hasyim, sama seperti kiasan tersebut. Banyak politisi yang menjual motornya hanya untuk mendapatkan helm Padahal tidak seharusnya begitu, dimana dengan menjalankan NU, maka otomatis partai akan semakin besar. "Kalau ini dijalankan, dalam waktu singkat pasti akan besar," tegasnya.
“Tidak perlu butuh waktu dua atau tiga tahun untuk membesarkan PKB. Kalau nurut sama NU, dalam setahun saja PKB bisa besar lagi. Permasalahannya, maukah politikus itu kembali kerja untuk NU?” tandasnya. (was)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Terkini
Lihat Semua