Hasyim: Tugas Penting Pemimpin Negara adalah Memimpin Rakyat
NU Online · Selasa, 19 Mei 2009 | 13:58 WIB
Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berbasiskan pada kelompok agamawan, tidak mempermasalahkan pemenang Pemilu Presiden pada bulan Juli mendatang. Bagi ormas terbesar di Indonesia ini, tugas penting pemimpin negara adalah memimpin rakyat dalam menghadapi persoalan-persoalan berat yang tengah dihadapi bangsa.
Demikian dinyatakan Ketua Umum pemgurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, di Gedung DPR-MPR, Jl.Gatot Soebroto Senayan Jakarta, Selasa (19/5). Menurut Hasyim, kehidupan beragama dan kehidupan ekonomi suatu bangsa adalah lebih penting daripada membahas siapa tokoh yang mempimpin negeri ini.<>
"Bagi NU yang terpenting adalah setelah pemilihan. Jadi yang dipikirkan NU bukan sosok pemimpinnya. Ukuran NU adalah agama dan ekonomi yang dipegangnya," ujar Hasyim yang juga pengasuh Pesantren mahasisiwa Al-Hikam Malang.
Hasyim berharap presiden terpilih nanti bisa merapikan sistem yang ada secara lebih luas, memiliki leadership yang baik, dan harus rela mengambil risiko. Secara tersirat, Hasyim lebih mengharapkan pemimpin yang berani dibandingkan pemimpin lamban menangani masalah.
"Apakah agama akan selamat kalau dia yang pegang, apakah perekonomian kita juga akan selamat jika dia yang pegang. Yang penting juga, bagaimana orang kecil bisa sekolah, berpakaian, dan makan," tambah Kiai Hasyim. (okz)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
2
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
4
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman Silaturahim lan Cara Nepung Paseduluran
5
Khutbah Idul Fitri: Saatnya Menghisab Diri dan Melanjutkan Kebaikan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
Terkini
Lihat Semua