Warta

Hilal Awal Dzulhijjah 1429 H Belum Terlihat

NU Online  ·  Kamis, 27 November 2008 | 22:55 WIB

Jakarta, NU Online
Seperti diperkirakan sebelumnya, rukyatul hilal yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) di beberapa titik rukyat di Indonesia tidak berhasil melihat hilal (bulan sabit).

Di beberapa titik rukyat juga dilaporkan, arah penglihatan hilal tertutup awan. Dari Lokasi Rukyat Condrodipo Gresik Jawa Timur, misalnya, dilaporkan keadaan horison saat maghrib relatif berkabut. 2 menit sebelum tenggelam Matahari terlihat sebentar kemudian menghilang.<>

Bahkan di beberapa tempat dilaporkan hujan deras. Sekretaris Pengurus Pusat LFNU Nahari Muslih, menyatakan tidak satu pun tempat rukyat yahg berhasil melihat hilal.

”Setelah diadakan rukyat dan tidak berhasil melihat hilal maka kita istikmal atau menyempurnakan Dzulqa’dah menjadi 30 hari. Dan bulan Dzulhijjah akan dimulai pada Sabtu 29 November 2008,” katanya di pos pelaporan rukyat PP LFNU, kantor PBNU Jakarta, Kamis (27/11) tadi malam.

Namun demikian ikhbar atau pengumuman awal bulan Dzulhijjah secara resmi baru dilakukan setelah diadakan sidang istbat (penetapan) awal bulan di kantor departemen agama Jakarta bersama semua ormas Islam.

Sidang itsbat penetapan awal bulan Dzulhijjah baru akan dilakukan pada 4 Desember 2008 mendatang. Berbeda dengan penentuan awal Ramadhan dan Syawal, penentuan awal Dzulhijjah diadakan lebih lambat karena hari penting bagi umat Islam baru terjadi pada 9 dan 10 Dzulhijjah, atau hari Arafah dan Idul Adha. (nam)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang