Jakarta, NU Online
Setelah dua kali menggelar pertemuan (23-25 Februari 2004 dan 20-22 Juni 2006), International Conference of Islamis Scholar (ICIS) bakal didaftarkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Organisasi yang menghimpun para ulama dan cendekiawan muslim sedunia yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini akan memiliki keanggotaan di PBB.
“Insya Allah, tanggal 21 September besok, ICIS akan didaftarkan ke PBB,” kata Ketua Umum PBNU yang juga Sekretaris Jenderal ICIS kepada NU Online usai bersilaturrahim dengan para petinggi Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Dakwah (LD) NU, di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (5/9) kemarin.
Menurut Hasyim, demikian panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur ini, pendaftaran tersebut penting dilakukan sebagai upaya memperluas partisipasi ICIS, yang mengusung gerakan Islam moderat itu, di tingkat dunia.
“Kepada PBB kita (ICIS, red) harus mendaftarkan sebagai NGO (Non Government Organization) yang diakui oleh PBB. Sehingga pada setiap sidang umum PBB, ICIS punya keanggotaan,” terang mantan Ketua Pengurus Wilayah (NU) Jawa Timur ini.
Selain itu, kata Hasyim, sebagai organisasi yang diikuti sekitar 300 ulama/cendekiawan muslim dari 53 negara itu, ICIS juga perlu menjalin hubungan dengan organisasi sejenis. “Jadi, ICIS itu harus 'berkenalan' dengan lembaga internasional agama sejenis dari negara luar negeri, seperti Robitoh Alam Islami di Saudi Arabia, Robitoh Dakwah Adwali di Libya. Juga sebagai peninjau di OKI (Organisasi Konferensi Islam, red), ungkapnya. (rif)
Terpopuler
1
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
4
Kemenhaj Kaji Biaya Haji 2027, Pertimbangkan Faktor Pelemahan Rupiah dan Harga Avtur
5
Maroko Lawan Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2026, Ulangan Semifinal di Qatar 2022
6
Mesir Temani Maroko ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Terkini
Lihat Semua