Warta

Insiden Penembakan Ancam Umat Muslim AS

NU Online  ·  Ahad, 8 November 2009 | 11:22 WIB

Washington, NU Online
Kalangan muslim di AS mengkhawatirkan dampak negatif  yang dapat menimpa mereka pascainsiden penembakan di pos militer Fort Hood, Texas.

Pada insiden tersebut, Mayor Nidal M. Hassan diduga melakukan penembakan pada penghuni pos militer itu hingga menewaskan 13 orang dan melukai 30 lainnya, Kamis (5/11). Insiden yang diduga dilakukan psikiater tentara muslim keturunan Palestina tersebut memicu beragam tanggapan dari sejumlah tokoh muslim di negeri Paman Sam itu, Sabtu (7/11).<>

Motif pelaku masih dalam penyelidikan, namun sejumlah laporan mengindikasikan tekanan yang diderita Hassan akibat banyak menangani tentara yang menderita gangguan mental post-trauma sepulang dari Iran dan Afghanistan. Ia juga disebut mengalami stres akibat usikan yang diterimanya dari anggota militer yang lain karena kemuslimannya.

Reaksi anti-muslim berkembang dengan cepat di Texas pascainsiden ini. "Jihad di Fort Hood?" menjadi headline Jihad Watch blog, beberapa saat setelah Hassan diindentifikasi sebagai tersangka. Institut Arab Amerika mengatakan mereka menerima telepon ancaman dari lelaki tak dikenal, sesaat setelah laporan sementara mengenai insiden itu diumumkan.

Keamanan juga menjadi isu sensitif, sejumlah masjid dan tempat shalat Jumat diperketat pengamanannya mengantisipasi efek balik insiden penembakan tersebut. Di Washington, Chicago, dan tempat-tempat lainnya, beberapa pengurus masjid meminta tambahan patroli dari polisi setempat. Di Garden Grove, Kalifornia, aparat polisi berjaga di sekitar masjid sebagai tindakan pencegahan. (min)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang