Internet Bisa Menjadi Media Efektif untuk Pesantren
NU Online · Rabu, 15 April 2009 | 09:02 WIB
Komunitas pesantren sudah seharusnya menguasai media internet. Pasalnya keberadaan internet akan banyak membantu mempertahankan kelanjutan pesantren sekaligus mendorong perkembangan pesantren. Internet dapat dijadikan sebagai media yang efektif bagi pesantren agar dapat berkomunikasi dengan perkembangan global.
Demikian diutarakan oleh Pengasuh Pesantren Darul Muttaqien Parung Bogor KH Mad Rodja Sukarta kepada NU Online di Bogor, Rabu (15/4).&<>lt;br />
Menurut Rodja, sudah saatnya komunitas pesantren mulai “bersahabat” dengan internet. Karena seluruh informasi dan pengetahuan terkini dapat diakses melalui dunia maya. Pengetahuan agama yang secara tradisional diwariskan dari satu generasi ulama ke generasi berikut pun dengan mudah ditemukan di internet.
“Internet sudah menjadi media komunikasi paling dinamis dan canggih. Melalui internet terjadi pertukaran sosial yang pesat, sehingga interaksi antara manusia di dunia tidak lagi dibatasi ruang dan waktu,” papar tokoh NU Bogor ini.
Komunitas pesantren pun tidak lagi dapat menolak kehadiraninternet atau mengelak dari perkembangan yang terjadi, karena hal itu akan menjauhkan pesantren dari masyarakat. Sehingga membuat keberadaan pesantren semakin marjinal.
“Filosofi kehadiran pesantren di tengah masyarakat sebagai agen perubahan sosial. Karena itu pesantren harus tampil terdepan dalam mempelopori perubahan untuk kesejahteran dan kemakmuran kehidupan manusia,” tegas mantan aktivis PMII Cabang Ciputat ini.
Lebih lanjut dia mengatakan, pesantren yang dikelolanya dapat berkembangan pesat antara lain karena pengaruh media internet. “Internet dapat dimanfaatkan sebagai media komunikasi antara pesantren dengan pubik.”
Dari pengalamannya, tidak sedikit santri yang tertarik mendaftar ke pesantren yang terletak di kawasan Parung ini, berbekal informasi dari internet. Karena itu tidak heran jika dari 1.200 santri yang terdaftar banyak yang berasal dari berbagai penjuru Tanah Air.
“Sebagian santri yang mendaftar, karena mengetahui informasi tentang Darul Muttaqien dari internet. Saya akan terus coba manfaatkan internet untuk peningkatan kualitas layanan pesantren dan dakwah islamiyyah,” imbuhnya.
Pengembangan internet di pesantren yang berdiri kokoh nan megah di atas areal 12 hektar selain dipengaruhi oleh kebutuhan publikasi juga karena kesadaran tuntutan perubahan zaman.
“Melalui internet masyarakat dapat mengetahui perkembangan dan memberikan masukan ke pesantren. Pengembangan internet juga sebagai komitmen menyiapkan calon-calon pemimpin umat sebagai generasi unggul yang siap di zamannya,” kata pengurus MP3 Depag RI ini .
Dari pengembangan internet, pesantren ini mendapatkan banyak masukan dari para pengunjung, sehingga terus mengembangan program inovatif dan kreatif. Yang terbaru pesantren ini mengembangkan program rumah baca masyarakat, menyelenggarakan program salafy dan pemberdayaan ekonomi umat, sehingga tampil menjadi pesantren unggulan di Jawa Barat.
Dia berharap NU sebagai "rumah besar" pesantren-pesantren di Indonesia dapat memberikan perhatian yang lebih terhadap pengembangan internet di pesantren melalui pelatihan hingga penyediaan fasilitas yang mungkin dilakukan. (hir)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
4
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
5
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua