Warta

IPB Dorong Pembentukan Bank Pertanian

NU Online  ·  Rabu, 13 Mei 2009 | 07:10 WIB

Bogor, NU Online
Institut Pertanian Bogor (IPB) mendorong pembentukan bank khusus pertanian. Langkah ini dipandang tepat mengingat sektor pertanian merupakan sektor ekonomi yang sangat strategis di tanah air, ditinjau dari aspek ketahanan pangan, ketahanan sosial dan ketahanan ekonomi.

Berdasarkan hasil penelitian IPB, elastisitas pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan terhadap kemiskinan mencapai angka tertinggi, yakni 7,43. Selain itu, sektor ini menyerap sekitar 40% tenaga kerja Indonesia. Dengan demikian, upaya mendorong pertumbuhan di sektor ini merupakan langkah paling efektif dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.<>

Berkaitan dengan itu, percepatan pertumbuhan di sektor pertanian, yang menjangkau dan melibatkan masyarakat luas, merupakan pendekatan yang paling efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Penguatan sektor pertanian juga diharapkan mampu meningkatkan konsumsi (daya beli) masyarakat secara lebih merata.

Hal ini akan menekan kecenderungan konsumsi impor barang mewah dan perilaku penyimpanan modal di luar negeri, yang umum terjadi dalam kondisi ekonomi dengan pemerataan pendapatan yang timpang. Disamping itu, pendekatan ini memperkuat struktur ekonomi menjadi lebih kokoh menghadapi kejutan-kejutan (shocks) eksternal pada perekonomian.

Untuk mencapai pertumbuhan yang optimal, menurut IPB dalam rilis persnya, sektor pertanian perlu mendapatkan dukungan secara memadai. Kebijakan pada sektor pertanian melalui penguatan infrastruktur seperti irigasi, jalan desa dsb, maupun melalui penguatan organisasi petani, kelembagaan penyuluhan, fasilitasi pembiayaan dan pemasaran hasil pertanian masih menyisakan banyak sekali tantangan untuk disempurnakan.

"Khusus untuk tujuan penguatan fasilitasi pembiayaan, pembiayaan dari sektor perbankan dapat dipandang sebagai komplementer utama dari sumber-sumber pembiayaan lainnya," demikian rilis pers IPB.

Hal ini mengingat pembiayaan sektor pertanian oleh sektor perbankan sangat potensial untuk dikembangkan. Hingga akhir tahun 2008, kredit untuk sektor pertanian masih sangat rendah yaitu 5,13% dari total kredit perbankan yang mencapai Rp 1.308 triliun.

Dalam hal ini, peningkatan penyaluran kredit perbankan ke sektor pertanian, terutama kepada petani skala kecil (kelompok artisanal), berperan sangat penting tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tapi juga untuk penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan. (ant/sam)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang