Aksi brutal Israel ke wilayah barat kota Gaza mendapatkan kritik keras dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). IPNU sangat menyayangkan sikap sadisme Israel yang menjadikan masyarakat sipil tak berdosa sebagai korban politik.
Ketua umum PP IPNU Idy Muzayyad kepada wartawan di kantor PBNU Jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat menyatakan, pelajar NU mengutuk tindakan biadab Israil itu.<>
Jumlah korban dalam serangan udara Israel dan laut Israel di Jalur Gaza semakin bertambah. 345 warga Palestina telah menemui ajal akibat serangan udara besar-besaran Israel itu.
Beberapa masjid, sekolah dan pemukiman penduduk menjadi juga sasaran amuknya. Sementara korban luka-luka hingga kini mencapai 1650 orang dan 300 di antaranya luka-luka berat.
"IPNU meminta PBB memberikan sanksi tegas," kata Idy. Tanpa sanksi yang tegas, Israel akan selalu melakukan serangan yang lebih ganas. Sebab perilaku Israel yang demikian memang sudah digambarkan dalam al-Qur'an.
”Jadi tak ada solusi lain, bagi Israel harus diberi sanksi tegas karena telah melanggar HAM. Bila perlu adili Israel di International Court of Justice," imbuhnya.
Idy juga mengimbau dunia Islam untuk bersatu padu memberikan perlindungan kepada warga Palestina khususnya sipil. "Penduduk sipil Palestina itu tak punya dosa apa-apa, jangan dzolimi mereka," tegasnya.
Ditambahkan, yang paling penting untuk diselamatkan dari warga Palestina adalah anak-anak dan pelajar.
Ketua PP IPNU, M Rikza Chamami menegaskan, anak dan pelajar Palestina adalah aset besar. "Mereka harus kita selamatkan, sehingga Palestina ke depan bisa lebih jaya dan mapan," kata Ketua PP IPNU yang membidangi pendidikan ini.
Kalau masyarakat terpelajar Palestina masih bisa bertahan hidup, maka merekalah yang akan membesarkan dan menjaga martabat bangsanya lepas dari penjajahan Israel. Karena hanya masyarakat yang terpelajarlah yang mempunyai nasionalisme kuat.
"IPNU akan menyampaikan harapan penyelamatan anak dan pelajar Palestina kepada Dubes Palestina dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono," imbuh Rikza. (rif)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
5
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
6
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
Terkini
Lihat Semua