Warta

Islam Tumbuh dan Berkembang Baik di Indonesia

NU Online  ·  Selasa, 17 November 2009 | 02:17 WIB

London, NU Online
Republik Indonesia yang berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa dengan mayoritas Muslim, telah berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa Islam, demokrasi, modernitas, serta pluralitas dapat berkembang bersama dengan baik. hal ini menunjukkan bahwa Islam bukan hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di Timur Tengah saja. Islam juga memiliki kejayaan di luar negeri-negeri Arab.

Demikian dinyatakan Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda saat mengikuti konferensi mengenai 'US and the Muslim World', yang diadakan di Ditchley Park, Oxfordshire, Inggris. Kehadiran Hasan Wirajuda bersama pelaksana Direktur Diplomasi Publik Deplu Dr Pribadi Sutiono di Kerajaan Inggris adalah atas undangan Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS), Oxford University.<>

"Dunia Islam tidak hanya Timur Tengah. Indonesia yang berpenduduk lebih dari 200 juta Muslim yang moderat dan toleran berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa Islam, demokrasi, modernitas dan pluralisme dapat berkembang bersama dengan baik," terang Wirajuda.

Dalam konferensi tersebut, Indonesia mengingatkan kepada negara Islam supaya tidak bersifat pasif menunggu perubahan kebijakan AS, namun harus secara aktif mengurangi atau menutup jurang perbedaan dan pendapat antara AS dan Dunia Islam. Sementara kepada pemerintah AS, diharapkan dapat lebih seimbang dalam menjalakan kebijakannya di kawasan Timur Tengah dan Dunia Islam lainnya.

Peserta dari Indonesia melihat bahwa persepsi peserta konferensi mengenai The Muslim World hanyalah terfokus pada Timur Tengah, tanpa melihat bahwa negara-negara non-Arab mempunyai penduduk mayoritas beragama Islam. Dalam konperensi itu, selain dari Indonesia, hadir Regional Manager Oxfam Jennifer Abrahamson, Prof George Joffe dari University Cambridge, mantan Dubes Inggris untuk Irak Sir Harold Walker.

Selain itu, juga hadir Prof Stephen Walt dari Harvard University, Prof Jennan Read dari Duke University, dan sejumlah jurnalis dari berbagai media dan para dubes untuk Inggris, termasuk Dubes RI untuk Kerajaan Inggris dan Republik Irlandia Yuri O Thamrin. (ant)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang