Jakarta, NU Online
Berbagai perbuatan yang dilarang agama seperti kemaksiatan, kebatilan, dan lainnya, kini menjadi fenomena keseharian umat Islam Indonesia. Bahkan arus modernisasi, mulai meminggirkan kultur budaya ketimuran yang sarat dengan akhlaq, moral dan aqidah yang disakralkan masyarakat agamis.
"Perubahan tersebut merupakan imbas dari krisis multi dimensi yang secara mulus dan licik, berhasil dimanfaatkan kaum Jahudi yang tidak senang melihat kemajuan dan perkembangan umat Islam selama ini," tegas Ustadz Drs. Muslihudin dalam bincang-bincang dengan NU Online di ruang kerjanya di Yayasan Azziyadatul Hasanat di Bekasi, kemarin, menyongsong datangnya peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw.
<>Untuk itu ia meminta kepada masyarakat muslim, sekalipun masing-masing berbeda persepsi, wadah, golongan (partai), namun melalui Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw ini, umat Islam sangat perlu introspeksi. Sekaligus berbenah diri untuk memupuk, menumbuh-suburkan tali persaudaraan secara religius dalam satu wadah, yakni Islam yang memberi rahmat bagi seluruh alam.
Terkait dengan hikmah yang perlu dipetik dari peringatan Israk Mi'raj ini, alumnus pondok pesantren Tebuireng Jombang ini mengimbau agar seluruh umat Islam untuk segeralah membersihkan diri. Tingkatkan persatuan dan kesatuan, dekatkan diri pada Allah, curahkan cinta dan kasih sayang, baik pada diri, keluarga, tetangga maupun sesama saudara muslim di mana saja berada.
Ini lanjutnya, amat perlu diaplikasi dan diimplementasikan secara realitas. Sehingga upaya-upaya untuk menghancurkan kultur, budaya, ahlak dan moralitas serta aqidah umat oleh pihak luar, tidak akan tercapai. Masih dalam merealisasi harapan di atas menurut Muslihudin, kepedulian para dermawan dan proaktifnya pemerintah dalam mengantisipasi kebejatan moral, kemaksiatan, kedzaliman, saat ini sangat kita harapkan.
Artinya, jika antara ulama dan umara dapat bekerja dalam merespon hal itu secara bersama-sama, diyakininya, kondisi yang sudah sangat suram dan kritis ini akan bisa berubah. Menuju sejahtera, damai dengan kesejukan dan ketenteraman, serta kesejahteraan yang benar-benar dirasakan oleh seluruh umat. Umat Islam perlu lebih banyak mengumandangkan istighfar dan memohon kepada Allah, agar diberikan hidayah kepada umat Islam yang kini terdzalimi.
Sebagai muslim hendaknya lebih meningkatkan, dan mendekatkan diri pada yang Khaliq. Memohon pengampunan, semoga Sang Khaliq segera menurunkan rahmat dan pengampunannya kepada umat Indonesia yang mayoritas muslim, yang kini sudah dalam keadaan sangat terpuruk, ajak Muslihudin.
Terkait dengan aksi terorisme yang selalu di identikan dengan kelompok-kelompok radikal dari kelompok agama, dirinya mengakui mungkin ada dalam kelompok islam di dalamnya, namun hendaknya janganlah diartikan, bahwa Islam membenarkan tindakan teroris sebagaimana yang dilakukan oleh pelaku pemboman tersebut. "Karena terorisme ada di dalam setiap agama," Demikian Muslihudin (Cih)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua