Istri Bung Tomo: Pemerintah Masih Kurang Perhatian Kepada Pejuang
NU Online · Selasa, 10 November 2009 | 06:37 WIB
Sulistina Sutomo istri pahlawan nasional Bung Tomo (Alm) meminta kepada pemerintah agar lebih memperhatikan kelangsungan pendidikan dan kesehatan bagi para anak keturunan para pejuang/pahlawan di Indonesia.
Dirinya mewakili janda pahlawan nasional berharap janji-janji pemerintahan SBY-Boediono terhadap nasib mantan pejuang (veteran) dilaksanakan dengan baik.<>
"Saat ini, saya rasa masih kurang perhatian dari pemerintah terhadap keturunan pejuang dan pahlawan. Tolong keberlangsungan pendidikan anak para pejuang diperhatikan. Akses kesehatannya dijamin. Saya juga berharap ada rumah yang layak bagi mantan pejuang," tegas wanita berusia 84 tahun ini dengan didampingi putranya Bambang Sulistomo di gedung negara Grahadi Surabaya, Selasa (10/11).
Perempuan kelahiran 24 Oktober 1925 ini mengaku dirinya memperoleh santunan sebagai istri pahlawan nasional Bung Tomo sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Uang ini masih ditambah lagi dengan tunjangan pensiunan saat dirinya berjuang menjadi tenaga PMI sebesar Rp 400 ribu per bulan.
"Uang itu saya buat bayar listrik dan kebutuhan hidup sehari-hari," ujar janda pejuang yang beralamat di Jl Kota Wisata Amsterdam Q9/7 Bogor ini, seperti dilansir beritajatim.com.
Bung Tomo ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada 2008 lalu. Bung Tomo meninggal pada 7 Oktober 1981 di Mekah dan meninggalkan empat orang anak. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah
6
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
Terkini
Lihat Semua