Mekkah, NU Online
Mendekati puncak musim haji, jamaah haji berbondong-bondong mendatangi kota Makkah. Jamaah yang melakukan thawaf di Masjidil Haram terlihat menyemut.
Untuk melakukan thawaf di sekitar Kabah bukan perkara mudah. Para jamaah harus berjuang sekuat tenaga. Terlebih jika mendekati waktu shalat fardu kepadatan di Masjidil Haram, khususnya di sekitar Kabah, semakin menjadi-jadi.
<>Khusus bagi jamaah haji Indonesia yang kebanyakan berpostur kecil, harus ekstra hati-hati. Jangan sampai lengah memperhatikan keselamatan. Sebab jika sampai terjatuh bisa berakibat fatal. Maklum, banyak jamaah dari Afrika atau berbagai negara Arab yang tinggi besar, kerap bersikap kasar. Main trobos dan melakukan gerakan yang semaunya.
Sejumlah jamaah, khususnya mereka yang telah berusia lanjut, terpaksa mengalah. Mereka memilih untuk melakukan thawaf di lantai 2 atau tiga Masjidil Haram. Meski jarak yang harus ditempuhnya menjadi lebih jauh, namun mereka bisa melakukan thawaf dengan lebih leluasa.
Untuk mencegah kepadatan yang berlebihan, petugas keamanan (Askar) Masjidil Haram mengalihkan arus kedatangan jamaah. Mereka menutup jalur masuk ke lantai dasar sekitar 30 menit sebelum shalat fardu di mulai. Para jamaah yang ingin shalat di dalam Masjidil Haram juga diminta naik ke
lantai dua dan tiga.
Para jamaah juga banyak yang melakukan shalat di halaman luar Masjidil Haram. Bahkan ada yang mulai melakukan shalat di emperan toko yang berada di sekitar Masjidil Haram.(Djok)
Musibah Kecelakaan
Sementara itu musibah kecelakaan lalulintas terjadi di jalan tol Madinah-Mekkah, tepatnya di wilayah Jounum, Mekkah, akibat melanggar larangan mengangkut jamaah haji malam hari.
Seorang jamaah haji asal Bagelen (Magelang) bernama Muhari Sutjipto BA bin Dulah Sayuti (60) tewas, sedangkan 44 jamaah lainnya mengalami luka-luka, akibat bus yang mereka tumpangi oleng dan keluar jalur dalam kecepatan tinggi, lalu menabrak sebuah kendaraan lain, Senin (11/12), beberapa saat menjelang Subuh.
Ketua Tim Teknis Urusan Haji Indonesia di Arab Saudi, Nur Samad Kamba hanya mengharapkan perusahaan bus memberikan asuransi – terutama kepada korban meninggal dunia—karena bagi yang mengalami luka-luka biaya pengobatannya ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi.
Beberapa hari sebelumnya, Pangeran Abdul Majid bin Abdul Aziz melarang bus-bus umum mengangkut jamaah haji dari Madinah ke Mekkah, atau sebaliknya, pada malam hari, yakni dari jam 10.30 malam waktu setempat hingga waktu shalat Subuh. (dpg/nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua