Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, Sabtu, mengingatkan aparat hukum jangan lagi berperilaku hangat-hangat tahi ayam dalam mengungkap teror bom Jakarta.
Lengah, tidak waspada, dan kurang sigap menjalankan standard pengamanan adalah faktor utama berulangnya kejahatan teroris maupun tindak pidana besar lainnya, katanya.<>
"Sebetulnya ada kesamaan antara peristiwa ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton dengan perampokan Rp15 miliar beberapa waktu lalu," katanya.
Keduanya terjadi akibat mentalitas masyarakat yang hangat-hangat tahi ayam dan gampang melupakan petunjuk pelaksanaan maupun teknis atau prosedur operasi standard (SOP).
"Begitu ada kejadian, pengamanan baru dijalankan sesuai SOP, ketat dan tegas. Tetapi, setelah beberapa waktu berselang, akan kendor lagi, lalu terjadilah apa yang lebih mengerikan lagi seperti teror bom Jakarta ini," ujarnya.
Hal itu dibaca para teroris dan penjahat sebagai saat yang tepat untuk beraksi lagi, ungkap Adrianus. (ant/mad)
Terpopuler
1
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
2
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
3
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
4
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
5
Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu
6
Data Antrean Haji Dibersihkan, Masa Tunggu Faktual Diperkirakan 14-15 Tahun
Terkini
Lihat Semua