Langkah cepat Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla untuk segera mendeklarasikan pasangan capres-cawapresnya, menjadi nilai plus tersendiri bagi elektabilitasnya di masyarakat.
Dalam survei yang dilakukan Lembaga Riset Informasi (LRI), tingkat elektabilitas Jusuf Kalla-Wiranto mampu meraih angka 27,6 persen melebihi Mega yang dipasangkan dengan Prabowo Subianto dengan perolehan 19,1 persen. Meskipun masih tetap di bawah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dipasangkan dengan Hidayat Nurwahid dengan 36,2 persen suara.<>
Survei dilakukan di 33 provinsi dengan jumlah responden sebanyak 2.066. Jajak pendapat ini dimulai sejak 3 sampai 7 Mei. Survei dilakukan dengan cara wawancanra tatap muka, dengan teknik sampling multi stage Cluster.
"Ini adalah lampu kuning buat SBY. Saat ini angin politik sepertinya ke JK-Wiranto. Walaupun masih di bawah SBY karena JK-Wiranto merupakan pasangan capres cawapres yang pertama mendeklarasikan diri," kata Direktur Eksekutif LRI Johan Silalahi di salah satu rumah makan di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (9/5).
Selain itu, lanjutnya, fakta unik dari pilpres sebelumnya, partai pemenang pemilu legislatif selalu kalah dalam pilpres. "Ini harus diwaspadai SBY. Ternyata JK-Wiranto yang baru dieklarasikan tanggal 1 Mei mampu memperoleh perhatian sebanyak itu," imbuhnya.
Rakyat, kata Johan, sepertinya mulai memposisikan JK sebagai orang yang teraniaya. "JK seperti disia-siakan dan dilupakan SBY, meskipun jasa-jasanya banyak di pemerintahan," pungkasnya.
Dalam polling ini, LRI mencoba membongkar pasangan SBY dengan tokoh lain, yakni Boediono. SBY-Boediono justru memperoleh suara lebih rendah dibanding Hidayat, dengan 32,1 persen suara, JK-Win sebesar 27,3 persen dan Mega-Prabowo 20,2 yang dan belum memberikan pilihan sebesar 17 persen. (okz/dar)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua