Kalender NU Jatim Menetapkan Ramadan 15 Oktober
NU Online · Rabu, 22 September 2004 | 03:40 WIB
Jakarta, NU Online
Kalender terbitan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menetapkan puasa Ramahan 1425 H jatuh pada 15 Oktober, namun PWNU Jatim tetap menunggu rukyatul hilal (melihat kemunculan rembulan dengan mata telanjang).
"Kalau ada yang melihat hilal (rembulan muda pertanda awal pergantian kalender), maka tanggal 15 Oktober sudah masuk 1 Ramadan 1425 Hijriyah," kata Pembina Lajnah Falaqiyah PWNU Jatim HA Salam Nawawi kepada NU Online di Surabaya, Rabu (22/9).
<>Menurut dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu, kalender PWNU Jatim memang menunjuk ketinggian hilal pada sehari menjelang 1 Ramadan 1425 H mencapai 3 derajat 17 menit 48 detik, sehingga ketinggian 3 derajat lebih memungkinkan hilal akan terlihat.
"Tapi, kami tetap menunggu rukyatul hilal, karena hilal mungkin saja tak terlihat, karena faktor mendung, polusi, dan halangan lain yang menyebabkan hilal tak terlihat," katanya.
Jika hilal tak terlihat, katanya, PWNU Jatim akan menyatakan istikmal (menggenap usia bulan Sya'ban menjadi 30 hari), sehingga 1 Ramadhan 1425 H akan bergeser ke 16 Oktober.
"Kami akan menginstruksikan kepasa cabang-cabang yang mempunyai lokasi rukyat untuk mengirim tim rukyat ke lokasi itu, diantaranya di Ujungpangkah (Gresik), Tanjungkodok (Lamongan), Nambangan (Surabaya), Gebang (Bangkalan), Ambet (Pamekasan), Plengkung (Banyuwangi), dan sebagainya," katanya.
Secara terpisah, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim H Nadjib Hamid ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa PWM Jatim masih menunggu keputusan dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tentang hal itu.
"Kabarnya, rapat masih akan dilakukan pada 16 atau 18 September mendatang, karena itu kami masih menunggu keputusan itu. Kalau kalender memang menunjuk 15 Oktober, tapi keputusan resmi belum kami terima," katanya. (cih)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua