Mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan lemahnya diplomasi internasional Indonesia saat ini karena diplomasi yang dilakukan kurang tegas dan hanya ingin menyenangkan semua pihak.
"Diplomasi kita sekarang kurang tegas karena kita inginnya menyenangkan semua pihak. Kita terlihat selalu ragu sehingga malah tidak dihargai orang," kata mustasyar PBNU itu dalam perjalanan dari Phom Penh Kamboja ke Padang, Sumbar, seperti dilansir Antara, Kamis (2/11).r />
Beberapa waktu ini dalam berbagai persoalan dengan negara lain seperti soal TKW dengan Malaysia maupun Arab Saudi, diplomasi Indonesia dirasakan sangat lemah.
Lebih lanjut Jusuf Kalla menjelaskan bahwa dalam diplomasi internasional dibutuhkan sikap tegas dan kadang harus keras untuk menyatakan keyakinan kita. Namun tambah Jusuf Kalla sikap tegas dan keras harus dilakukan dengan santun tidak kasar sehingga bisa dihormati negara lain.
"Kalau kita bersikap maka akan dihormati orang asal tidak dilakukan dengan kasar," kata Kalla.
Menurut Kalla sikap tegas tersebut tidak menyalahi prinsip politik bebas aktif.
Ia menilai selama ini prinsip bebas aktif sudah benar hanya penerapannya yang tidak tepat.
"Kalau kita punya sikap tegas, kita akan punya posisi tawar yang tinggi," kata JK.
JK menegaskan jika diplomasi yang dilakukan hanya untuk menyenangkan semua pihak maka tidak akan memutuskan sesuatu. Karena itu tambahnya justru tidak akan dihargai orang lain. (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
Terkini
Lihat Semua