Warta

Kampanye Anti Cadar di Mesir Berhasil

NU Online  ·  Senin, 4 Mei 2009 | 22:24 WIB

Kairo, NU Online
Kampanye anti cadar yang dilakukan Kementerian Perwakafan untuk Urusan Dakwah Mesir dinilai berhasil. Tiga perempuan pegawai kementerian tersebut dikabarkan telah melepas cadar.

Sebelumnya didakan pertemuan khusus guna membahas hukum memakai penutup wajah. Wakil dari Kementerian Perwakafan untuk Urusan Dakwah Dr Salim Abdul Jalil menyatakan kepada para pemakai cadar bahwa para ulama madzhab 4 sepakat bahwa wajah bukan aurat.<>

Ia menyatakan, pemakaian cadar tidak memiliki dasar dalam agama. Hasil dari pertemuan itu dari beberapa pertemuan, 3 petugas telah melepas cadar yang biasa mereka pakai.

“Penjelasan ini ternyata membekas dalam diri mereka, hingga salah satu dari mereka melepas cadar, sebelum pertemuan kedua, adapun kedua petugas lain telah melepas cadar setelah pertemuan kedua,” ungkapnya seperti dilansir situs Hidayatullah.com.

Dilaporkan, di Kementerian Perwakafan Mesir ada 13 petugas yang masih memakai cadar. Mereka menerima hukum memakai cadar tidak wajib, akan tetapi mereka tetap memakai, karena sudah puluhan tahun terbiasa dengan pakaian tersebut, hingga merasa kurang nyaman jika harus melepasnya.

Abdul Jalil menyatakan, pakaian Muslimah wajib menutup semua anggota badan, kecuali wajah dan dua telapak tangan, serta tidak memperlihatkan bentuk tubuh atau transparan. Kewajiban bagi perempuan membuka wajahnya di saat umrah dan haji di hadapan jutaan orang, menegaskan tidak disyariatkannya cadar.

Sementara itu harian The National Abu Dhabi melaporkan sejumlah kalangan telah menentang kampanye itu. Mereka menyatakan bahwa kantor Kementerian berusaha melepaskan cadar di Mesir karena mendapat tekanan dari dalam dan luar, untuk mengikuti standar negara-negara Barat. (nur)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang