Jakarta, NU Online
Kampanye pemilihan umum presiden putaran kedua akan dimulai 14-16 September. Kampanye pemilu putaran kedua ini dilakukan lewat dialog yang berlangsung di Hotel Hilton, Jakarta, dari pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB. Demikian jadwal yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum di Jakarta, Senin (13/9).
Pada pemilu putaran pertama, dialog mempertemukan pasangan capres-cawapres. Namun, dalam dialog kali ini, setiap pasangan kandidat berhadapan dengan empat panelis yang berbeda-beda setiap hari. Perbedaan lainnya, panelis pasangan Megawati Sukarnoputri dan Hasyim Muzadi berbeda dengan panelis pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.
<>Nama-nama para penelis diusulkan KPU dan masing-masing tim kampanye. Mereka dipilih karena kompeten di bidangnya dan mempunyai kredibilitas yang tinggi serta memperhatikan komposisi gender. Moderator dialog Natalia Subagyo (TVRI), Aviliani (INDEF), dan Debra Yatim (Koalisi Media).
Format dialog dibagi dua sesi dengan waktu 45-50 menit. Setiap pasangan calon akan menghadapi empat panelis sesuai tema yang dibahas, yaitu agama, pendidikan, sosial budaya, ekonomi, kesejahteraan sosial, politik, hukum, serta pemerintahan dan otonomi daerah.
Para panelis untuk pasangan Mega-Hasyim adalah Prof. Azyumardi Azra, Ki Supriyoko, Ratna Sarumpaet, Seto Mulyadi, Faisal Basri, Dibyo Prabowo, dan Marie Pangestu. Mayling Oey, Prof. Maswadi Rauf, Ikrar Nusa Bakti, Harkristuti Harkrisnowo, serta Daniel Sparingga juga menjadi panelis untuk pasangan Mega-Hasyim.
Pasangan SBY-Kalla akan berhadapan dengan para panelis seperti Dr. Dewi Fortuna Anwar, Prof. Dr Romli Atmasasmita, Fachri Ali MA, DR. Bambang Sumantri Brojonegoro, dan Lin Che Wei, MA. Ada juga DR Nina Sapti, Taslim Arifin, Mangara Tambunan, Prof. DR. Syafii Maarif, Taufik Ismail, Pendeta DR. Nathan Setiabudi, dan Prof. Dr. Saprinah Sadli. (l6/cih)
Â
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua