Katib Aam NU: Pemerintah Harus Tegas
NU Online · Sabtu, 27 November 2010 | 07:02 WIB
Jakarta, NU Online
Kekerasan demi kekerasan yang menimpa para TKI di luar negeri mengundang keprihatinan banyak pihak, tak terkecuali PBNU. Dalam pernyataan yang dikirimkan kepada NU Online, Katib Aam PBNU KH Malik Madani  menyerukan agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan lingkaran kekerasan itu.
"Harus ada langkah kongkrit dari pemerintah. Misalnya meminta penjelasan dan pertanggungjawaban pemerintah Saudi," kata Kyai Malik.
Sebagaimana diberitakan banyak media, para TKI seringkali menjadi korban kekerasan majikannya ketika bekerja di luar negeri, khususnya Timur Tengah. Yang terkini adalah kasus Sumiati (23), kelahiran Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang bibirnya rusak dan tubuhnya dipenuhi luka bakar serta Kikim Komalasari, TKI asal Cianjur yang meninggal akibat disiksa majikannya.
Lewat Kementrian Luar Negeri pemerintah RI sudah memanggil Duta Besar Arab Saudi terkait hal tersebut. Dan sambil menunggu tindakan yang jelas dari pemerintah Arab Saudi, Kyai Malik menekankan agar pengiriman TKI dihentikan.
Kyai Malik juga meminta pemerintah agar menata kembali keberadaan perusahaan-perusahaan jasa pengiriman TKI yang tersebar di seantero negeri. Jika memang ada yang tidak bisa menunjukkan komitmennya untuk melindungi pahlawan-pahlawan devisa yang mereka kirim, maka pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas.
“Pemerintah jangan pernah ragu untuk membekukan dan memberi sanksi pada perusahaan-perusahaan yang karena kelalaian mereka ikut bertanggungjawab atas kekerasan yang terjadi terhadap TKI. Karena jika tidak ada sanksi tegas, kekerasan semacam ini akan terus terjadi, “tegasnya. (vic)
Terpopuler
1
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
2
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
3
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
4
Sejumlah Pemberitaan Wafat KH A Wahid Hasyim di Media Massa
5
118 Hotel Siap Tampung 108 Ribu Jamaah Haji Indonesia Kloter Pertama
6
Delegasi Belanda Belajar Nilai dan Kehidupan Santri di Pesantren
Terkini
Lihat Semua