Jakarta, NU.Online
Kampanye pemberantasan korupsi semakin gencar. Setelah dua ormas besar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah bekerja sama menyerukan pemberantasan korupsi, kelompok profesional juga tak mau ketinggalan menyuarakan hal yang sama.
Para profesional yang tergabung dalam MPM (Masyarakat Profesional Madani) menggelar aksi di halaman gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ). Turut mendukung aksi, ekonom Faisal Basri, mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) Indira Damayanti Soegondo, mantan Direktur PT Timah Tbk Erry Ryana Hardja Pamengkas, aktivis Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Sudirman Said, dan sejumlah aktivis lain.
<>"Pemberantasan korupsi tidak pernah menunjukkan kemajuan berarti. Tapi bukan berarti kami merasa lelah dan putus asa untuk memperjuangkannya,"ujar Ketua MPM Ismet Hasan Putro saat memimpin orasi.
Para profesional sengaja memilih BEJ sebagai tempat aksi. Sebab, menurut mereka, BEJ menjadi salah satu sarang para koruptor. Aksi tersebut sekaligus diarahkan untuk memperingati peristiwa peledakan bom BEJ yang terjadi 13 Oktober 2001.
Menurut Ismet, aksi ini diarahkan untuk menyadarkan masyarakat bahwa kekejaman koruptor sama dengan kekejaman teroris, bahkan koruptor jauh lebih kejam. "Makanya, aparat juga harus serius mengusut para koruptor yang terbukti telah menghancurkan sendi kehidupan bangsa," imbuhnya.
Karena itulah, dalam aksi kemarin, MPM membawa spanduk yang bertulisan Koruptor = Teroris. Mereka juga mengusung sejumlah poster, di antaranya bertulisan Pemilu 2004 jangan memilih pelindung dan pelaku korupsi, Ibu, kok koruptor makin mengganas, Madame what have you done reduce corruption.
Faisal Basri, dalam kesempatan orasi menyatakan, menuntut aparat penegak hukum berani menangkap koruptor. Jika tidak, lanjutnya, para koruptor itu akan semakin leluasa menghisapi darah rakyat Indonesia. Dikatakan, kalau tindakan terorisme mematikan puluhan atau ratusan orang tak berdosa, koruptor mematikan dan menghisapi jutaan rakyat Indonesia. "Usaha untuk memberantas koruptor harus dimulai dari diri kita sendiri. Kalau ada koruptor di sekitar kita, kucilkan tanpa terkecuali." (Cih)***
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
BMKG Prediksi El Nino Berlangsung hingga Setahun, Wilayah Selatan Berpotensi Dilanda Kekeringan
Terkini
Lihat Semua