Ketua PCNU Jember Mengaku Serba Salah, Mbah Muchit Ogah Komentar
NU Online · Ahad, 17 Februari 2008 | 05:14 WIB
Munculnya nama DR. KH. Ali Maschan Moesa dalam bursa Pilgub 2008, membuat Ketua PCNU Jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad merasa serba salah, lebih-lebih ketika ditanya wartawan terkait wacana digaetnya Ketua PWNU Jawa Timur tersebut oleh Cagub Partai Golkar, Soenarjo.
Menurut. Muhyiddin, secara hubungan emosional, mau tidak mau NU mempunyai “kewajiban” untuk mendukung pencalonan KH. Ali Maschan. Tetapi secara kelembagaan, garisnya sudah jelas, yakni NU tidak boleh terlibat dalam ranah politik praktis.<>
“Sebagai ketua PCNU sekaligus warga NU, saya serba repot jadinya menyikapi pencalonan beliau,” tukas KH. Muhyiddin di rumahnya, Jl. Sarangan 48, Jember, (15/2).
Namun, pengasuh Ponpes Nuris Antirogo itu berharap agar pencalonan KH. Ali Maschan tidak ditanggapi gegabah oleh warga NU. Menurutnya, apa yang ditempuh KH. Ali Maschan adalah aktualisasi sebagian dari haknya sebagai warga negara.
Sedangkan dari sisi NU, terjunnya KH. Ali Maschan dalam kancah politik, juga tidak salah selama tidak membawa-bawa institusi NU dalam perburuan suara di Pilgub kelak.“Dan NU sudah jelas. Itulah sebabnya saat Konferwil ada kontrak jam’iyah,” ujarnya.
Artinya beliau harus mundur jika terjun dalam politik praktis? “Ya. Tapi sekarang ‘kan masih belum nyalon. Baru sebatas wacana. Jadi mengapa itu kok sudah diributkan,” lanjutnya.
Sedangkan KH. Muchit Muzadi mengakuku enggan berkomentar soal Pilgub. Kakak kandung KH. Hasyim Muzadi itu, malah menyatakan maaf kepada NU Online yang mendatangi rumahnya di Jl. Kalimantan Jember, lantaran tidak bisa memmberikan komentar. “Saya mohon maaf....,” tukasnya seraya menandaskan kesehatannya kurang fit (ary).
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Terkini
Lihat Semua