KH. Maghfur Utsman: Puasa Identik Kesederhanaan
NU Online · Selasa, 3 Oktober 2006 | 13:33 WIB
Jakarta, NU Online
Rais Syuriah PBNU KH Maghfur Utsman mengingatkan agar menjalankan ritual puasa dengan kesederhanaan karena puasa merupakan upaya untuk belajar menahan diri dan memperbaiki diri.
“Kita menyelenggarakan buka bersama secara sederhana, saya yakin sebenarnya kita mampu menyelenggarakannya di Hotel, tapi ini merupakan bagian dari menahan diri. Ini sangat baik,” tandasnya dalam sambutan buka puasa bersama PBNU dengan lajnah, lembaga dan badan otonom.
<>Ramadhan kini sudah diisi dengan komersialisasi. Sejumlah produsen malah menawarkan produknya gila-gilaan dengan menawarkan diskon dan aneka ragam bonus yang mendorong orang semakin konsumtif. Menurut statistik, tingkat konsumsi makanan yang seharusnya turun selama Ramadhan juga mengalami peningkatan drastis.
Sementara itu Rais Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin dalam ceramahnya menjelaskan tentang rahmat yang diberikan oleh Allah kepada manusia. “Kita masuk surga bukan karena rahmat yang diberikan oleh Allah kepada kita. Bayangkan berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk sholat dibandingkan untuk tidur,” tandasnya.
Ketua Dewan Fatwa MUI tersebut menjelaskan bahwa Allah memberikan imbalan yang berlipat ganda atas amal yang diperbuat oleh manusia, mulai dari 10 kali lipat sampai dengan 700 kali lipat. “Untuk puasa bahkan tak terhitung karena Allah sendiri yang akan membalasnya karena itu urusan antara manusia dengan Allah secara langsung,” tuturnya.
Dijelaskannya terdapat tiga hal yang harus diminta ketika kita berdoa kepada Allah, yaitu hidayah, inayah dan ri’ayah. Hidayah adalah kita diberi pandangan yang benar sedangkan inayah adalah kemampuan untuk melaksanakan ajaran yang benar tersebut. “Kita memiliki pandangan yang benar tapi belum tentu kita mampu melaksanakannya,” tandasnya.
Terakhir, riayah adalah kita memohon untuk dijaga dari kemungkaran dan tetap dalam prinsip yang benar. Makruf Amin mencontohkan keberhasilan Nabi Yusuf terhadap godaan Yulaikha karena ia dijaga oleh Allah. (mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua